Cara Tingkatkan Keterampilan Oromotor Anak

Dwi Indah Nurcahyani, Jurnalis · Selasa 19 April 2011 19:26 WIB
https: img.okezone.com content 2011 04 19 196 447921 UHYShlJz27.jpg Saat anak makan. (Foto: Corbis)

PEMBERIAN makanan pada anak di waktu yang tepat tak hanya berpengaruh pada gizi bayi yang bersangkutan, tapi juga keterampilan oromotor di mana sistem ini sangat berpengaruh bagi keterampilan motorik dan kognitif anak ke depannya.

 

Sudahkah Anda memberi makan anak Anda di waktu yang tepat? Coba Anda telisik lebih lanjut. Pemberian makanan pada bayi di waktu yang tepat dan ditambah dengan nutrisi yang menunjang sangat berpengaruh pada keterampilan oromotor, yakni kegiatan yang melibatkan sistem gerak otot dari oral cavity (rongga mulut) seperti rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir, dan pipi. Pada bayi, kekuatan, koordinasi, dan kontrol dari struktur mulut ini bisa menjadi fondasi dari seluruh aktivitas makan seperti menghisap, menelan, menggigit, dan mengunyah. Guna menghasilkan perkembangan oromotor yang sesuai usianya, diperlukan stimulasi atau rangsangan yang tepat.

 

Pada usia awal, bayi memang sedianya diharuskan mengasup ASI eksklusif termasuk inisiasi menyusui dini (IMD) khususnya pada 6 bulan pertama. Namun, ketika memasuki usia 6 bulan di mana aktivitas bayi semakin aktif, kebutuhan gizi pun semakin meningkat sementara pada waktu yang bersamaan tersebut produksi ASI pun semakin berkurang. Guna memenuhi kebutuhan nutrisi, setiap bayi pun memerlukan makanan penunjang ASI yang tepat waktu dan aman sambil tetap melanjutkan pemberian ASI hingga bayi menginjak 2 tahun atau lebih.

 

Pada fase tersebut, Moms dapat mulai mengenalkan makanan padat yang ditambahkan selain ASI yang biasa disebut MPASI (Makanan Pendamping ASI) untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang tidak bisa dipenuhi hanya oleh ASI atau PASI (Pengganti ASI/Susu Formula Bayi). Semakin telat pengenalan MPASI, maka semakin besar pula ketertinggalan kebutuhan energi yang dialami bayi.

 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemilihan makanan penunjang yang baik sangatlah dibutuhkan. Hal terpenting yang perlu dilakukan adalah memilih makanan bertekstur sesuai usia.

 

"Keterampilan makan bukanlah sebuah anugerah, semata melainkan sesuatu hal yang perlu dipelajari," ujar Dr Damayanti R Sjarif Dr SpA(K) dalam “Media Briefing Stimulasi Keterampilan Oromotor Pada Anak” di Restoran Seribu Rasa, kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (19/4/2011).

 

Pada dasarnya, kegiatan makan dimulai sebagai sesuatu yang bersifat refleks dan kemudian berkembang menjadi tindakan yang dapat dikendalikan (fase faringeal dan esophageal dari menelan). Perkembangan keterampilan makan dimulai pada saat bayi baru lahir. Bayi yang baru lahir tidak dapat memfokuskan mata dan tangannya ke sumber makanan. Perabaan pada pipi dan daerah sekitar mulut merangsang refleksnya untuk mengarahkan mulut ke puting susu atau dot dan selanjutnya melakukan gerakan menghisap. Pada usia 4-6 bulan barulah refleks menghisap makin matang. Bayi dapat refleks menjulurkan lidah menghilang sehingga lebih mudah mengonsumsi makanan yang semi padat. Gerakan mengunyah mulai berkembang pada usia 7-9 bulan di mana bayi mulai dapat mengendalikan tubuhnya dan duduk sendiri. Pada usia 9-12 bulan keterampilan mengunyah semakin sempurna dibarengi dengan kemampuan memgang benda dengan jari. Dan pada usia 1-3 tahun seiring dengan perkembangan ego, anak berusaha untuk makan sendiri sehingga stimulasi ini dapat membantu kemandirian anak.

 

Dengan perbedaan tahapan tersebut, kebutuhan makanan pendamping ASI pun mesti disesuaikan dengan fase pertumbuhan mereka. Promina, sebagai salah satu brand pangan untuk bayi mengerti bahwa setiap perkembangan bayi membutuhkan stimulasi tepat dalam berbagai aspek termasuk stimulasi nutrisi dan tekstur dari makanan.

 

Untuk mempermudah dalam mendapatkan makanan bayi, Promina pun menghadirkan produk dengan varian lengkap dengan formula baru yang disempurnakan bagi bayi usia 6 bulan, 8 bulan, 12 bulan dan 18 bulan ke atas sehingga dapat menstimulasi keterampilan oromotor bayi.

 

"Kami ingin memberikan stimulasi tekstur makanan sesuai dengan tingkatan perkembangan bayi di mana dari waktu ke waktu perkembangannya makin aktif," ujar Krisanti Caroline selaku Brand Manager Promina, Indofood.

 

Dalam rangka meng-cover kebutuhan itu, Promina pum hadir sesuai tingkatan usia. Untuk bayi usia 6 bulan, Promina menghadirkan bubur bayi bergizi dengan tekstur lembut dan, kemudian di usia 8 bulan ada bubur tim yang teksturnya lebih kasar, usia 12 bulan ada nasi tim yang merupakan lanjutan dari bubur tim, serta sup mie yang dikhususkan untuk anak usia 18 bulan ke atas. Tak hanya itu, Promina pun menyediakan camilan penunjang yakni biskuit ringan yang juga tersedia untuk usia 6 bulan, 8 bulan, dan 12 bulan. Jadi, segera penuhi nutrisi anak Anda sesuai dengan tingkatan usianya demi perkembangan motorik dan kognitifnya agar berjalan dengan sempurna.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini