Robby Tumewu Raih Rekor MURI di JFFF 2011

Fitri Yulianti, Jurnalis · Senin 16 Mei 2011 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 16 29 457664 uZ9XtMiTZE.jpg Robby Tumewu (Foto: Google)

SEBUAH apresiasi membanggakan diterima Robby Tumewu dari Museum Rekor Indonesia (MURI) di ajang Jakarta Fashion & Food Festival 2011. Dalam kondisi yang membutuhkan suntikan semangat, Robby mendapatkannya dari Anne Avantie, rekan, serta sahabat-sahabatnya.

Robby mendapat kejutan dari sahabat-sahabatnya yang terlibat dalam mini show "Putri Tiong Hoa Tribute to Robby Tumewu". Salah satu pemeran film “Ca Bau Kan” ini juga mendapat uluran cinta dari Anne untuk membantu proses penyembuhan stroke yang menyerang tubuhnya enam bulan lalu.

Dan ternyata, Robby juga dianugerahkan rekor MURI sebagai pelaku seni peran sekaligus desainer yang aktif memberikan kontribusinya.

"Robby adalah inspirasi, perancang busana yang aktif sebagai aktor film dan televisi, untuk itulah ia menerima rekor MURI," kata Jaya Suprana, Ketua MURI ketika memberikan plakat kepada Robby sebelum mini show di Hotel Harris, Mal Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (15/5/2011) malam.

"Anda bisa menjadi presenter dan pemain film, tapi tidak bisa menjadi desainer seperti Robby," imbuhnya seraya menunjuk Debby Sahertian, teman Robby di Lenong Rumpi yang turut menemani Robby.

Selain sebagai desainer, Robby juga merupakan sosok yang erat hubungannya dengan etnis Tionghoa. Dalam seni peran, Robby mengidentifikasi dirinya sebagai tokoh yang mampu beradaptasi dengan dua budaya. Robby pun dinilai memiliki reaksi kulturasi yang luar biasa sehingga berkembanglah budaya kelompok minoritas melalui seni dan budaya.

Menaiki panggung dibantu teman-temannya dengan kursi roda, Robby tampak terharu. Bahkan, ia sempat berupaya untuk mengucapkan kata-kata.

Lantas, bagaimana perkembangan kesehatan Robby kini? "Luar biasa. Ketika dikabari kena stroke, saya kira dia akan lewat (meninggal-red)," kata Andre Rais, sahabat Robby saat berbincang dengan okezone sebelum pergelaran.

Usai berhenti sejenak, ia melanjutkan, "Sekarang, dia mulai bisa gambar dengan tangan kirinya, meskipun belum sempurna. Dia kan tidak boleh emosi, jadi kalau ada keinginan dia yang saya enggak ngerti, saya suruh dia berdoa, minta saya bisa ngerti apa yang dia mau. Saya rasa itulah arti persahabatan. Enggak ada halangan, semua sama memberikan kasihnya seperti ketika dia sehat."

Andre mengatakan, Robby menjalani terapi dua kali sehari, kecuali Minggu, masing-masing dua jam. Juga, kontrol ke dokter dua kali sebulan. Soal makan, Robby harus jauh lemak dan garam.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini