nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melirik Lurik Persembahan Musa Widyatmodjo

Dwi Indah Nurcahyani, Jurnalis · Sabtu 21 Mei 2011 15:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 05 21 29 459501 mUJ03sfT0w.jpg Musa Widyatmodjo (Foto: dok. okezone)

KEINDAHAN lurik tak hanya menggugah Musa untuk menggunakannya sebagai pemanis tampilan. Lebih dari itu, Musa sangat tertantang untuk mengolah kain tersebut menjadi balutan busana wanita.

Saat melihat sejumput kain lurik yang bentuknya tidak lebar, mungkin Anda hanya terpikir untuk menggunakannya sebagai selendang atau membuat atasan seadanya. Berbeda dari umumnya, Musa justru melihat lurik sebagai kain adati yang sangat potensial untuk diubah menjadi adibusana nan indah.

"Kain lurik itu unik karena lebarnya sangat kecil, tapi harganya sangat mahal. Sebagian dari kita tak terpikir untuk mengolahnya menjadi apapun karena memikirkan proses yang tidak sebentar," kata Musa pada konferensi pers di Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (20/5/2011) malam.

Meski membutuhkan waktu khusus untuk menyulapnya menjadi hasta karya indah, Musa justru menjadikan hal tersebut sebagai tantangan bagi dirinya.

"Saya mencoba untuk memasukkan lurik ke dalam busana indah dan kemudian memperkenalkannya pada fashionista. Saya ingin membutikan bahwa kain lurik pun bisa menjadi busana yang cantik dan modis serta bisa dikenakan dalam kesempatan apapun baik di dalam ataupun luar negeri," lanjut Musa antusias.

Tak heran, pada malam peragaan busana di hari ketujuh, Musa yang berkesempatan mengisi perhelatan Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) tersebut menyuguhkan keindahan lurik dalam potongan busana simpel dress. Dalam pergelaran yang mengusung tema "the luric (she)ll" tersebut, Musa memberikan warna baru dalam citarasa busana ready to wear berlabel M by Musa.

Musa sengaja mengadaptasi konsep era 1920-an hingga struktur tegas di akhir 70-an dengan tampilan dress yang modern, tegas, cerdas, dan elegan.

"Saya ingin, kita bangga dengan produk Indonesia yang tidak perlu berkemas etnik kontemporer namun menggunakan material khas Indonesia dengan sentuhan modern pada busananya," tutup Musa.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini