nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Didi Budiardjo Ukir Kenangan Masa Kecil lewat Songket Sambas

Lastri Marselina, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2011 13:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 05 24 29 460380 3LkudA6Qa5.jpg Songket Sambas ala Didi Budiardjo. (Foto: Lastri Marselina)

MENGANGKAT tema “Juxtapose”, desainer andal Tanah Air Didi Budiardjo mencoba mengukir kenangan indah masa kecil yang dituangkan dalam kain songket Sambas. Dalam pergelaran busana tunggalnya di ajang tahunan Jakarta Fashion & Food Festival 2011, Didi mengangkat pamor songket Sambas agar lebih dikenal luas.

Dalam pengertiannya, “juxtaposisi” berarti menempatkan sesuatu secara berdampingan (side by side). Pada area seni, hal tersebut biasanya dilakukan dengan suatu tujuan untuk mengekspos kualitas-kualitas tertentu atau menciptakan efek tertentu. Khususnya ketika dua elemen secara kontras berhadap-hadapan (wordpress).

Menghadirkan 27 koleksi cantik, Didi mengangkat beraneka kain Nusantara. Mulai dari kain tenun tangan dari Sambas-Kalimantan Barat, Padang, Sumatera Barat, Palembang, hingga Lombok dipadukan dengan organza sutra, taffeta, katun, sutra clogne, brocade, zibeline, satin duchese, katun pique, dan lame matelasse.

Kain tenun Sambas, dijelaskan desainer berkacamata itu memiliki dua unsur motif berbeda seperti China pada motif mawar, dan unsur Islam pada motif geometrik yang membuatnya istimewa.

"Warna-warna yang akan ditampilkan cenderung lebih berani dan mencolok, sesuai dengan warna yang sedang tren saat ini," kata Didi sebelum peragaan bertema “Juxtapose” di Grand Ballroom, Hotel Harris, Senin (23/5/2011) malam.

Pada sekuen pertama, Didi menghadirkan rangkaian dress mini apik dengan sedikit sentuhan Jepang. Beberapa model memeragakan dress yang lengkap dengan luaran yang bermotif menawan. Selanjutnya, Didi memamerkan koleksi busana yang diibaratkan memiliki “dua sisi” - unik sekaligus memukau. Kemudian menutupnya dengan menampilkan lini dress panjang dengan bawahan yang lebar.

Tak hanya kain Sambas saja, Didi juga menghadirkan keistimewaan lain lewat kelima Face Icon terdahulu hingga saat ini, Dominique (2007), Fahrani (2008), Paula Verhoeven (2009), dan Laura Mulyadi (2010), dan Prinka Cassy (2011).

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini