nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Strategi Finalis Miss Indonesia Menang di Malam Final

Dwi Indah Nurcahyani, Jurnalis · Kamis 26 Mei 2011 12:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 05 26 195 461269 5iy09tTp1R.jpg Wakil dari DKI Jakarta (Foto: Runi/Okezone)

UNTUK menjadi Miss Indonesia memang tidaklah mudah. Selain perlu menjaga stamina prima dan menjaga tatanan etika, mereka pun perlu memperkaya pengetahuan dengan serangkaian informasi tentang apapun.

Setelah terpilih menjadi finalis Miss Indonesia 2010, para kontestan mulai sibuk mengikuti pembekalan dari para pakar dan menjalani aktivitas positif. Mereka banyak diberikan pengetahuan agar bisa lebih mumpuni hingga malam final nanti.

Ya, ajang Miss Indonesia memang mencari sosok seorang MISS, yakni Manner, Impressive, Smart, Smart dan Social. Untuk mendapatkan label bergengsi itu, para finalis pun perlu meng-update diri dengan sejumlah informasi.

Hal tersebut pun diakui para finalis Miss Indonesia 2011. Asti Lukita Wardani, kontestan asal Jawa Tengah, misalnya. Di tengah kesibukan pembekalan yang menjadi agenda rutin karantina, dirinya tetap menyempatkan untuk membaca koran dan buku.

"Kebetulan saya membawa bekal beberapa buku tentang Jawa Tengah. Kalau sedang senggang, saya sempatkan untuk membaca. Di luar itu sebelum tidur malam, biasanya saya menyempatkan diri nonton berita malam serta membaca koran di pagi hari," ungkapnya.

Finalis lainnya, Yohana Octaviani yang mewakili daerah Sulawesi Tengah ini pun memiliki siasat serupa.

"Sebelum berangkat ke karantina saya sempat ‘browsing’ tentang kebudayaan, adat istiadat, makanan khas serta pariwisata daerah Sulawesi Tengah. Semua hasil ‘browsing’ tersebut kemudian saya ‘print’ dan selalu saya bawa dalam tas. Biasanya, saya membaca di sela-sela makan. Selain mengandalkan hasil ‘browsing’ tersebut, saya juga memperbaharui informasi lewat menonton televisi dan membaca koran yang disediakan chaperon," aku gadis berkulit putih ini.

Senada dengan kedua rekannya, finalis asal Jakarta, Fatya Ginanjar Sari juga mengungkapkan hal yang sama. Gadis berusia 17 tahun ini justru sudah mulai memersiapkan amunisi sejak dirinya resmi diberitahu panitia Miss Indonesia lolos sebagai finalis.

"Saya rajin bertanya-tanya, serta belajar tentang sejarah Kota Jakarta yang mengalami beberapa kali perubahan nama. Di luar itu, koran yang dibagikan panitia menjadi asupan wajib yang saya baca," tutup gadis berkulit eksotis ini membeberkan.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini