nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adrian Gan Sulap Ikat NTT Jadi Adibusana Indah

Dwi Indah Nurcahyani, Jurnalis · Kamis 26 Mei 2011 09:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 05 26 29 461153 qq1VdGKZes.jpg Koleksi Adrian Gan (Foto: Dok JFFF)

KEINDAHAN kain adati tak hanya memanjakan mata karena kekhasannya, juga mengulik tangan Adrian Gan untuk menyulapnya sebagai busana apik nan menawan.

Dalam pagelaran show penutup event Fashion Extravaganza, Adrian Gan menjadi desainer terpilih yang mempersembahkan keindahan eksplorasi kain Nusantara. Sejalan dengan tema Jakarta Fashion and Food Festival ke-8 yakni Inculturation, Adrian merepresentasikan kecintaan budaya lewat hasil karya bernuansa modern tanpa meninggalkan identitas budayanya.

Adrian menerjemahkan kekagumannya terhadap warisan seni budaya Indonesia dengan mempersembahkan koleksinya yang mengkhususkan diri dengan olahan kain ikat Nusa Tenggara Timur.

Mengusung tema "Patola Kamba Menandang" dengan arti sesuatu yang suci disimpan dalam kapas menjadi indah dan cantik, Adrian menyuguhkan desain yang menawan.

"Koleksi ini merupakan penjabaran sebuah puisi, cerita tentang kapas yang diolah menjadi selembar kain indah dan menyimpan makna tertentu. Kain tradisional itu bukan hanya warna yang berpengaruh tapi juga motif yang menandakan sebuah status," kata Adrian dalam sesi konferensi pers di Hotel Harris & Conventions Kelapa Gading pada Rabu (25/5/2011).

Dalam pagelaran berdurasi 60 menit tersebut, Adrian menghadirkan 26 koleksi bernapas futuristik. Potongan busana simpel dan umumnya berbentuk slim dress berukuran pendek hingga panjang coba ditawarkan desainer berbakat tersebut.

Karakteristik kain ikat yang kaku dan tebal tak menghalangi kreatifitas Adrian untuk menyajikan busana couture yang indah.

"Saya menyajikan koleksi dengan perpaduan kain ikat dan beberapa material modern seperti gazaar, organza, serta kain polos yang diwarnai dengan teknik tie dye sehingga menyerupai warna kain ikat," jelasnya.

Hasilnya, berbagai potongan busana menarik hadir memanjakan mata. Tampilan busana yang diciptakan Adrian begitu memesona karena teknik drapping yang digunakannya.

"Saya ingin memertahankan motif agar tetap utuh dengan tidak memotong kain secara sembarangan. Karenanya saya sengaja mengaplikasikannya dengan teknik yang biasa digunakan penduduk setempat ketika mereka menggunakannya sehari-hari," paparnya.

Agar lebih menarik, Adrian menambahkan aplikasi dan ornamen modern seperti rumbai, batu alam, plastik acrilique dan bulu unggas untuk mempercantik napas busana yang dibawakannya.

Tak heran malam itu panggung catwalk terasa berbeda, Adrian berhasil membius mata penonton yang memenuhi Grand Ballroom Hotel Harris & Conventions. Keseluruhan koleksi yang ditampilkannya begitu indah. Adrian berhasil mengolah kain tradisional NTT ini sebagai adibusana modern namun tetap memiliki identitas dan mencuatkan ciri khas Indonesia.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini