Pil KB Pria Tidak Berefek Samping

Fitri Yulianti, Jurnalis · Senin 06 Juni 2011 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 06 195 465155 q6RGwLS2Z9.jpg (Foto: gettyimages)

PENELITI mengklaim, pria bisa segera memiliki alternatif pil kontrasepsi yang tidak berefek samping. Peneliti telah mengembangkan obat yang secara temporer bisa menghentikan produksi sperma tanpa menimbulkan kerusakan jangka panjang terhadap kesuburan pria.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah mencoba untuk meneliti pil KB pria, tapi dengan keberhasilan yang terbatas. Sebagian besar obat yang dikembangkan bukanlah pil dan banyak mengandung steroid yang berefek samping, termasuk penyakit jantung dan impotensi.

Namun tidak seperti penemuan sebelumnya, pil KB pria yang baru ini tidak mengandung steroid dan belum terbukti memiliki efek samping. Sejauh ini, pil KB hanya diuji pada tikus. Para ilmuwan berharap dapat melakukan penelitian jangka panjang pada manusia dalam beberapa tahun.

Pil yang dikembangkan oleh para peneliti di Columbia University di New York ini merusak kemampuan tubuh pria untuk menggunakan vitamin A, yang sangat penting dalam proses produksi sperma.

Walaupun vitamin A juga penting untuk penglihatan, para peneliti obat mengatakan pil KB tidak akan memengaruhi penglihatan. Mereka juga mengklaim seorang pria akan mulai memproduksi sperma lagi segera setelah ia berhenti minum pil.

Sejauh ini tes pada tikus menunjukkan pil yang efektif, dengan tanpa hasil negatif. Karena masih dalam tahap awal pengembangan, para penemu tidak tahu seberapa sering pria harus mengonsumsi pil, tapi kemungkinan sekali sehari, seperti pil KB konvensional bagi wanita.

Sebenarnya, para ilmuwan dapat mengembangkan versi pil KB yang lebih kuat yang dapat dilepaskan ke tubuh secara bertahap dan hanya perlu dikonsumsi sepekan sekali.

"Kami melihat tidak ada efek samping sejauh ini dan tikus penelitian kami sudah kawin (setelah pengujian), cukup bahagia," kata Dr Debra Wolgemuth dari pusat medis Columbia University, seperti disitat Dailymail, Senin (6/6/2011).

Dia mengatakan, keuntungan utama pil KB pria yang sedang dikembangkan adalah tidak memengaruhi kadar testosteron hormon seks. Seperti diketahui, berubahnya kadar testosteron dikaitkan dengan perubahan dalam kadar kolesterol, yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Hal ini juga dapat memengaruhi gairah seks pria dan menyebabkan penambahan berat badan.

"Sebuah keuntungan tambahan dari senyawa kami adalah, ini dapat dikonsumsi secara oral sebagai pil, bukan dengan proses injeksi,” ujar Dr Wendy Chung, salah seorang peneliti yang terlibat.

"Ini juga memiliki efek yang sangat cepat pada produksi sperma dan pemulihan, bahkan lebih cepat ketika kesuburan adalah sesuatu yang diinginkan. Kami berharap bahwa dalam waktu tidak terlalu jauh, akhirnya kami bisa memiliki lebih banyak pilihan bagi pria," imbuhnya.

Para ahli percaya bahwa versi pil KB pria akan memberikan lebih banyak pilihan dan tanggung jawab lebih pada pria daripada wanita.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini