Image

Konsep Rumah Hijau untuk Hidup Lebih Sehat

SINDO, Jurnalis · Selasa 14 Juni 2011, 10:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 06 14 30 468065 BhWGwNooq5.jpg Rumah idaman keluarga. (Foto: Corbis)

KONSEP membangun rumah yang hijau dan berwawasan lingkungan menjadi tuntutan dewasa ini. Dengan penerapan konsep ini, Anda bisa mengurangi pemborosan energi dan berujung pada menghambat efek pemanasan global.

Meningkatnya efek pemanasan global yang mengakibatkan bumi semakin panas dan buruk bagi kehidupan makhluk hidup di planet bumi tentu membuat bergidik. Sebenarnya proses pemanasan bumi terjadi akibat ulah manusia juga. Banyak aktivitas kita sehari- hari yang pada akhirnya malah menyumbangkan “panas” pada bumi.

Manusia dengan berbagai cara akhirnya berupaya mengatasi dampak pemanasan global. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menciptakan hunian yang lebih hijau (green house) atau ramah lingkungan (eco-friendly house). Pada dasarnya, rumah hijau menerapkan konsep rumah hemat energi, terutama banyak memanfaatkan pengudaraan dan pencahayaan alami untuk mengurangi ketergantungan pada penggunaan pendingin ruangan.

Selain itu, konsep rumah hijau termasuk meminimalisasi penggunaan sumber daya alam ketika proses pembangunan rumah, memilih material bangunan yang ramah lingkungan, keberadaan taman dalam rumah, serta memilih lampu hemat energi yang tepat guna sehingga menghemat penggunaan listrik secara efisien. Untuk membangun hunian jenis ini juga tidak memerlukan biaya tinggi.

 

Menurut Gary Olp dari GGO Architecs, membangun rumah hijau yang sesuai budget cukup sederhana, yaitu hanya berpijak pada akar desain arsitektur yang baik. “Ketika Anda membangun rumah dengan keterampilan dan sebuah tujuan, dengan sering dirawat dan dijaga, membuat rumah bertahan lebih lama. Desain yang bagus dan cantik merupakan bagian besar dari konsep rumah berkelanjutan (sustainable homes),” tuturnya, seperti dikutip dari laman Buildipedia.

 

Dasar-dasar pada desain bangunan dan konsep rumah berkelanjutan adalah, keduanya fokus pada ketahanan. Jika suatu bangunan dirancang secara baik, maka tidak akan dipisahkan dari sifat utama hunian dengan konsep hijau itu sendiri. “Rancangan yang baik dan bangunan hijau adalah sama dan satu kesatuan. Itulah cara yang tepat untuk membangun,” kata Pete von Ahn dari von Ahn Design, LLC.

 

“Anda harus melihat melebihi dari harga jual dan memahami dampak jangka panjang dari apa yang Anda beli. Menantang diri sendiri untuk menemukan nilai terbaik, walaupun produk tersebut mungkin tampak serupa dengan yang lain, jangan menganggap semua hal adalah sama,” imbuh Bill Worthen, anggota American Institute of Architects.

 

Von Ahn menyatakan, rumah yang dibangun dengan baik memperhitungkan rencana sebuah desain, seperti produk, material, dan metodologi konstruksi. Dia percaya bahwa kembali ke bahan-bahan dasar alami menjadikan rumah lebih hijau, lebih sehat, dan lebih hemat energi dengan biaya pemeliharaan yang lebih rendah dan mengurangi biaya pembangunan.

 

“Ini akan mengeluarkan biaya yang sangat kecil, tapi dapat menghasilkan penghematan yang signifikan pada sumber kehidupan di rumah,” tambah von Ahn.

Daniel Sandomire, wakil direktur Armstrong Development Ltd, setuju tentang hal itu. “Pada akhirnya, lebih hemat biaya untuk jangka panjang dalam membangun rumah hijau. Ketika Anda membandingkan biaya yang sebenarnya, pendekatan rumah yang berkelanjutan jauh lebih hemat biaya,” tandasnya.

Von Ahn menjelaskan, desain penempatan khusus (sitespecific design) mungkin merupakan cara yang paling efektif untuk membangun rumah hijau yang sesuai anggaran. “Ketika Anda berpikir tentang bagaimana merancang dan membangun rumah sebelum kita memiliki teknologi modern, biasanya bangunan dibentuk melalui pikiran,” katanya.

“Dari desain rumah awal, lokasi bangunan, bahan yang digunakan, rumah akan dirancang dengan memaksimalkan material, pandangan, dan ventilasi,” ujar von Ahn. Dia menjelaskan bahwa terkait pencahayaan yang utama, rumah umumnya dirancang dengan mengeluarkan cahaya alami dan ventilasi, serta bahanbahan alami yang bersumber dari daerah lokal karena keterbatasan pengangkutan.

Sama seperti penggunaan teknologi canggih dan material yang sering dipakai, penekanan pada desain, lokasi bangunan yang jelek, dan detail yang tidak memadai menyebabkan masalah pada pemeliharaan serta daya tahan rumah. “Salah satu cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menemukan lokasi yang optimal untuk bangunan dan desain rumah khusus yang tepat,” kata von Ahn.

Eric Corey Freed, pendiri dan ketua organic ARCHITECT, juga menekankan pentingnya desain penempatan khusus dan struktur bangunan berorientasi lingkungan yang spesifik.

 

“Setiap bangunan harus melihat lokasi sinar matahari dan angin serta menggunakannya untuk membantu memanaskan atau mendinginkan rumah,” katanya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini