nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

65 Persen Orang Indonesia Alami Gigi Sensitif

Dwi Indah Nurcahyani, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2011 14:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 06 23 195 471852 4DoUZFcazh.jpg Rajin sikat gigi (Foto: Corbis)

URUSAN gigi sensitif memang bisa menyerang siapa saja, baik pria ataupun wanita. Lantas, sejauhmana fenomena tersebut terjadi di Indonesia?
 

Pernahkah Anda merasakan gigi terasa “ngilu” saat minum es krim atau mengonsumsi makanan dingin, serta makanan asam? Mungkin itulah gejala Anda terserang gigi sensitif.

 

Di Indonesia sendiri, gejala gigi sensitif memang banyak ditemukan, khususnya mereka yang berada di usia produktif terutama wanita sehingga mengganggu kualitas hidup mereka.

 

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Riset Synovate bekerja sama dengan Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran pada Oktober 2009 kepada 1.045 orang berusia antara 15-64 tahun dan berasal dari berbagai golongan ekonomi di 4 kota besar Indonesia (Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya) mendapati hasil bahwa 65 persen orang Indonesia mempunyai gigi sensitif.

 

Dari total tersebut, 47 persen dari mereka umumnya mengalami gejala tersebut dalam sebulan terakhir dan parahnya 50 persen dari mereka tidak berbuat apapun untuk mengobatinya, 19 persen berinisiatif ke dokter gigi, dan hanya 2,4 persen berupaya menanggulangi dengan menggunakan pasta gigi khusus sensitif.

 

Fenomena ini tentu memprihatinkan mengingat permasalahan tersebut akan selalu ada. Bahkan, tak hanya terjadi di Indonesia saja tapi juga di seluruh dunia.

 

Fred Schafer, seorang peneliti senior yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun di Global Research & Development Oral Care Unilever mengatakan, fenomena gigi sensitif terjadi sekira 25-45 persen dengan rentang usia 25-35 tahun.

 

Keprihatinan tersebut pun mendorong para peneliti Unilever Global menciptakan terobosan teknologi, yaitu penggunaan hydroxyapatite sebagai kandungan pasta gigi yang dapat mengatasi masalah gigi sensitif secara jangka panjang.

 

“Hydroxyapatite (HAP) adalah bahan mineral utama bagi pembentukan email gigi yang merupakan lapisan terkeras dari gigi. Penambahan hydroxyapatite dalam kandungan pasta gigi adalah terobosan teknologi mutakhir dari Unilever yang dapat mengurangi rasa ‘ngilu’ akibat gigi sensitif dalam waktu 30 detik karena kemampuannya untuk masuk ke dalam akar gigi sehingga melindungi jaringan syaraf inti pada gigi dari rangsangan panas atau dingin," ulas Fred dalam Simposium Hydroxyapatite : A Breakthrough Technology for Challenging Dentine Hypersensitivity di Hotel Mulia Jakarta pada Kamis (23/6).

 

Penggunaan hydroxyapetite dalam kandungan pasta gigi telah dilakukan selama lebih dari tiga tahun di Pusat Riset Unilever. Fred menambahkan, penelitian in-vitro quanti test menggunakan Scanning Electron Chemical Microscope (SECM) yang dilakukan oleh University of Warwick (Inggris) memerlihatkan bahwa hydroxyapatite mampu mengurangi 30 persen aliran sensasi sensitif ke dalam tubulus (saluran-saluran kecil pada dentin gigi).

 

Dari penelitian tersebut terbukti bahwa menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung hydroxyapatite dapat mengurangi sensitivitas gusi yang cukup signifikan. Hydroxyapatite bekerja secara optimal untuk mengurangi rasa ngilu akibat gigi sensitif dan memperpanjang perlindungan terhadap gigi sensitif apabila dikombinasikan dengan bahan aktif seperti Potasium citrate, Fluoride dan Zinc citrate.

 

Nah, apakah Anda termasuk penderita gigi sensitif? Tak ada salahnya melakukan tindakan preventif sejak dini dengan rajin menggosok gigi dua kali menggunakan pasta gigi yang mengandung hydroxyapatite. “Ngilu” hilang, aktivitas pun lancar.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini