Share

Nikmatnya Nasi Campur Bali

SINDO, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2011 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 05 299 476025 sZx4NLEbOJ.jpg Nasi campur Bali (Foto: Google)

TIAP daerah di Indonesia mempunyai nasi campur khas masing-masing, seperti nasi rames atau nasi gudeg. Begitu pun Bali dengan nasi campurnya. Apa keistimewaannya?

Berbicara Bali memang tak pernah ada habisnya. Segalanya yang berlabel made in Bali sepertinya mempunyai kekuatan “magis” yang mampu memikat banyak orang. Tak heran, sebagian kalangan suka menjadikan provinsi yang terkenal akan tari kecaknya ini sebagai rumah kedua mereka.

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Di balik ragam sajian makanan orisinal Pulau Dewata, ada satu yang menjadi incaran banyak orang. Apalagi kalau bukan nasi campur bali. Rasanya belum lengkap kunjungan ke pulau ini bila belum mencicipi kuliner legendaris tersebut. Paket nasi campur komplet pada umumnya meliputi nasi putih, kacang goreng, sate tusuk, sate lilit, urab, lawar, tum ayam, pepes ikan, ayam sisit, udang bumbu bali, telur, ares, dan sambal matah.

 

Sambal matah yang menjadikan nasi campur ini terasa pedas. Melihat penampilannya saja sudah cukup menantang dan mengundang selera. Sambal ini terbuat dari cabai rawit merah yang dipotong kecil-kecil kemudian dicampur garam dan digoreng dengan minyak kelapa murni atau minyak sayur hingga cabai sedikit layu, tapi tetap segar saat digigit. Bahanbahan yang digunakan untuk membuat sambal ini tidak diulek, melainkan hanya diiris. Begitu pun dengan terasinya. Terasi digoreng, setelah matang tinggal dicampur dengan bahan lain dan diberi perasan limau. Ditambah dengan bawang merah dan putih yang membuatnya harumsertadaun jeruk dan sereh yang turut dicampur ke dalam sambal. Sebelum disajikan, sambal dicampur dengan bawang goreng. Mantap pedasnya.

Menurut Operational Manager Restoran Ayam Betutu Khas Gilimanuk Bali Ervita Marviani, dibandingkan daerah lain, masakan Bali memang lebih berani menyajikan rasa pedas.

 

“Masakan Bali menggunakan rawit merah. Beda dengan masakan Padang yang memakai cabai merah keriting,” kata Ervita.

 

Bukan hanya soal tingkat kepedasan, soal bumbu pun masakan Bali terbilang lebih menggigit. Boleh dibilang, semua jenis rempah digunakan untuk membuat satu jenis masakan khas Bali.

Dan, rempah yang paling banyak dipakai adalah kencur. Untuk menghilangkan bau amis pada daging dan penambah rasa, itulah kegunaan kencur.

 

Di Bali, setiap restoran atau rumah makan yang menyediakan nasi campur mempunyai versi masing-masing. Rumah makan Nasi Campur Ayam Kampung Men Weti misalnya, yang terletak di Jalan Pantai Segara Sanur, Bali. Nasi campur besutan rumah makan ini terdiri atas bermacam lauk, di antaranya jukut urab, suwir ayam, ikan tuna pedas, ayam betutu, sate lilit, telur bumbu tomat pedas, kacang tanah goreng, serta kerupuk kulit ayam, dan tak lupa sambal matah yang akan membuat Anda ketagihan.

Lain lagi dengan nasi campur ala Warung Made di Jalan Raya Kuta, Bali. Untuk menemani sepiring nasi hangat yang disajikan, ada bermacam lauk yang bisa dipilih. Seperti sate lilit tuna, tempe goreng kering, tahu bumbu kuning, ikan asin, tahu dan tempe goreng, lengkap dengan parutan kelapa di atasnya.

 

Selain nasi campur, ada pula nasi ayam atau bebek betutu yang tidak kalah populer. Terdiri atas nasi putih, ayam atau bebek betutu, sate lilit, sambal matah, plecing kangkung, dan kacang goreng.

Betutu adalah ayam atau bebek yang sudah dimasukkan bumbu serta sayuran (biasanya daun singkong), dibungkus dengan daun pisang, baru kemudian dipanggang. Untuk mengolah makanan ini dibutuhkan waktu yang cukup lama. Sementara itu, sate lilit juga merupakan masakan kebanggaan masyarakat Bali. Untuk membuatnya, dibutuhkan daging ayam giling dan bahan-bahan seperti kelapa parut, lada hitam, gula merah, daun jeruk, dan bumbu dasar ayam.

“Semua bahan dicampur dan dililitkan pada tusuk sate atau batang sereh, kemudian dipanggang di atas api,” kata Operational Manager Restoran Marengo Sally Marlina.

 

Perlu diketahui, untuk melilit adonan ini pada batang sereh ataupun tusuk sate, tidaklah semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan perhatian yang ekstra. Plecing kangkung turut meramaikan nasi ayam atau bebek betutu.

 

Plecing kangkung adalah kangkung yang direbus dan disajikan dengan sambal tomat yang dibuat dari cabai rawit, terasi, serta tomat. Untuk menambah kesegaran, biasanya plecing kangkung diberi perasan jeruk limau. Ayam sisit yang bisa ditemukan pada nasi campur bali, sebenarnya adalah ayam suwir. Sebelumnya daging ayam dibumbui dengan bawang putih dan garam, kemudian dimasak menggunakan api kecil hingga matang. Kencur sudah pasti digunakan dalam pembuatan masakan ini. Daging lalu disuwir-suwir dan ditumis dengan bumbu halus bersama tomat hingga matang. Tak lupa perasan jeruk limau ditambahkan ke dalam masakan.

 

Untuk mencicipi nasi bali ini, Anda yang tinggal di luar Pulau Dewata tentu tak harus selalu terbang ke sana. Di Jakarta dan mungkin di kota-kota besar lain sudah dibuka banyak restoran yang menyediakan menu tersebut.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini