Kampanye Green Fashion AIFW

SINDO, Jurnalis · Jum'at 22 Juli 2011 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 22 29 482994 CUWttCuqxW.jpg AIFW (Foto: Google)

AMSTERDAM International Fashion Week (AIFW) ke-15 yang dibuka pekan lalu menarik perhatian kalangan pers nasional dan internasional. Mengambil tema "Green Fashion", ajang ini mempertunjukkan karya desainer Belanda dengan selera mode internasional.

Perhelatan AIFW sudah digelar sejak 2004.Dalam setahun, acara ini berlangsung sebanyak dua kali. Tahun ini The Westergasterrein, Amsterdam terpilih sebagai tempat AIFW. Lewat tema besar "Green Fashion", ajang AIFW memberikan kesempatan bagi desainer muda dan profesional untuk menunjukkan kreasinya kepada publik internasional.

Jika dibandingkan dengan konsep serupa yang dihelat di beberapa fashion week, seperti Malaysian Eco Fashion, Russia Fashion Week, Milan Fashion Week, dan Paris Fashion Week, AIFW lebih mengedepankan tampilan alam yang dikemas secara elegan dan modern.

Penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan juga menjadi perhatian utama para desainer yang ikut berpartisipasi. Tak hanya itu, keseriusan menggarap konsep ramah lingkungan dibuktikan dengan adanya Green Fashion Competition yang sudah dua kali diselenggarakan.

Kompetisi ini dibuka bersama AIFW dan bekerja sama dengan Kementrian Ekonomi, Pertanian, dan Inovasi Belanda untuk menginspirasi dan mendorong perubahan menuju industri mode yang lebih berkelanjutan.

Salah satu kompetisi mode bergengsi di Belanda ini ditujukan untuk dua kategori, masing-masing desainer profesional yang bersiap go international dan desainer muda yang baru memulai karier di industri mode. Hadiahnya cukup menarik, uang tunai sebesar 25 ribu poundsterling untuk kategori pertama dan 15 ribu poundsterling untuk kategori kedua.

Supermodel asal Belanda yang pernah menjadi model Ralph Lauren dan Bottega Veneta, Lonneke Engel, ditunjuk sebagai juri sekaligus duta Green Fashion Competition. Menurut pendiri website Organice Your Life ini, kampanye green fashion semakin menebarkan banyak manfaat bagi kelangsungan ekosistem dunia.

”Saya bukan orang suci, tapi mencoba membuat pilihan yang bertanggung jawab, di mana pun saya bisa. Mengampanyekan green fashion sama artinya dengan melakukan sebuah hal kecil yang berguna untuk bumi,” kata Engel.

Dalam pergelaran AIFW, duo desainer Spijkers and Spijkers membuka acara dengan peragaan busana berkonsep Fast Ladies untuk Spring/Summer 2012.

Mereka menampilkan koleksi terbaru dari second line SIS by Spijkers and Spijkers. Koleksi musim panas ini terinspirasi dari olahraga musim panas dan Olimpiade pada 1920-an.

”Zus” Braun, atlet renang peraih medali emas pertama Belanda pada Olimpiade 1928, memberi warna pada koleksi tersebut, dengan sisi feminisme, gairah, dan gaya hidup ditonjolkan.

Koleksi ini terdiri atas motif grafis dan alam seperti pohon kelapa, matahari, laut, dan air. Terdapat siluet kasual dan lembut yang menggambarkan seorang gadis berjemur di pantai, juga gaun malam dengan potongan tiga perempat bermotif ”Bain de Soleil” sebagai pemanis.

Koleksi tersebut meliputi material cerah dan menyala.Paletnya pun membentuk gradasi lembut seperti sutra. Spijkers and Spijkers memasukkan unsur alam melalui aksesori bebatuan yang menempel pada koleksinya.

Sementara itu, AIFW juga diramaikan oleh desainer asal Amsterdam, Tony Cohen. Desainer yang pernah beberapa kali mengikuti Paris Fashion Week ini menampilkan kombinasi dua lini eksklusifnya, yakni ATELIER TONY COHEN dan TONY COHEN.

Dua lini ini merupakan signature look Tony Cohen,terdiri atas potongan asimetris, menggunakan bahan premium berkualitas tinggi yang dikreasikan menjadi siluet feminin. Untuk lini ATELIER TONY COHEN, Cohen menunjukkan total party look yang punya karakter mewah, berkilau, dan eksklusif.

Sementara second line TONY COHEN menerjemahkan gaya pesta ke dalam tampilan keseharian yang lebih sederhana. Cohen juga berencana menampilkan lini ketiganya, 2 LOVE TONY COHEN AIFW yang merupakan label busana siap pakai. Desainer Roya Hesam mengangkat tema Te Mana O Te Moana (Spirit of The Ocean).

Koleksinya terinspirasi dari Kepulauan Polinesia, laut, dan udara. Hesam memasukkan motif Polinesia dalam paduan warna biru, hijau, dan kecokelatan. Melalui "Green Fashion", AIFW tampaknya bakal menyaingi beberapa pekan mode yang sudah lebih dulu eksis. Pengamat mode Savannah Miller memberikan komentarnya.

”Bukan mustahil jika pecan mode Amsterdam ini akan menjadi salah satu yang dinantikan pada tahun-tahun mendatang,” tutur Miller seperti dilansir vogue.co.uk.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini