nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Biarkan Demam & Sakit Kepala Mengganggu Puasa!

SINDO, Jurnalis · Jum'at 29 Juli 2011 10:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 07 29 195 485690 GnO2tPJTu8.jpg Jangan biarkan demam & sakit kepala mengganggu puasa. (Foto: Getty Images)

MERASAKAN nyeri atau sakit kepala disertai dengan demam tentu tidak menyenangkan. Apalagi sakit kepala dan demam datang saat pekerjaan masih menumpuk dan harus segera diselesaikan. Atau sakit kepala dan demam menyerang saat kita menjalankan ibadah. Tentu akan sangat menggangu.

Sebenarnya apa sih nyeri atau sakit kepala itu dan apa penyebabnya? Sakit kepala atau nyeri kepala dalam bahasa medis kedokteran disebut Cephalalgia, tak lain kondisi sakit yang terletak di sekitar kepala. Terkadang rasa sakit pada leher bagian atas juga disebut sakit kepala.

Otak kita ternyata tidak terlalu sensitif terhadap rasa sakit. Hal ini karena otak mengandung sedikit nociceptor, syaraf yang berfungsi merespon dan memberikan informasi rasa sakit kepada otak untuk menghindari kerusakan tubuh.

Sedangkan yang memiliki persepsi terhadap rasa sakit tak lain lapisan selaput atau membran yang melindungi otak yang dikenal dengan meninges. Pembuluh darah di otak juga sensitif terhadap rasa sakit. Iritasi atau gesekan pada meninges dan pembuluh darah inilah yang mengakibatkan munculnya rasa sakit atau nyeri kepala.

Gesekan atau iritasi antara meninges dan pembuluh darah bisa dipicu banyak hal beberapa di antaranya stres. Kondisi emosional ini bisa menyebabkan otot-otot pada leher belakang kaku dan menegang. Tak bisa dipungkiri stres menjadi pemicu utama sakit kepala.

Paramedis menggolongkan sakit kepala karena ketegangan emosional ini kedalam sakit kepala fungsional (tension headache). Pijatan ringan pada bagian belakang leher yang kaku dan menegang bisa sedikit meringankan rasa sakit. Selain stres, perubahan pola makan juga dapat menyebabkan munculnya nyeri kepala ringan.

Kondisi perut kosong karena melewatkan salah satu jadwal makan, baik pagi, siang atau malam pada sebagian orang juga bisa menjadi pemicu sakit kepala. Karena perut kosong membuat gula darah turun sehingga tubuh menjadi lemas. Jika hal ini yang menjadi pemicunya segeralah penuhi asupan makanan dengan gizi seimbang.

Hindari mengonsumsi makanan manis, seperti coklat untuk mengisi perut kosong. Karena kadar gula dari makanan manis akan membuat gula darah melambung dan kemudian turun lebih rendah lagi. Tidak hanya perubahan pola makan, aktivitas fisik atau olah raga berat juga dapat menjadi pemicu.

Apalagi aktivitas fisik yang terlalu berat itu tanpa diawali dengan peregangan yang cukup. Karena kegiatan fisik yang berlebihan bisa membuat pembuluh darah di kepala dan leher menjadi bengkak dan tertekan. Postur tubuh yang salah juga bisa menyebabkan tekanan pada otot leher dan kepala.

Misalkan kebiasaan duduk dengan posisi bahu membungkuk, duduk tanpa sandaran, menatap layar komputer dengan posisi terlalu tinggi atau rendah dan mengapit telepon antara kuping dan pundak. Pada beberapa orang, nyeri di kepala biasanya disertai dengan munculnya demam.

Demam muncul sebagai reaksi tubuh terhadap infeksi mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan parasit. Sedangkan pada anak-anak demam juga bisa disebabkan karena peradangan atau akibat imunisasi.

Ketika mikroorganisme masuk ke tubuh, sel darah putih (leukosit) melepaskan zat penyebab demam (piragen endogen). Zat inilah yang memicu produksi prostaglandin E2 di hipotalamus anterior.

Hipotalamus anterior di otak inilah yang berfungsi mengatur agar suhu tubuh stabil pada kisaran 36-37 derajat celcius. Demam ringan bisa reda dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari tanpa obat.

Meski demikian demam menyebabkan kondisi tidak nyaman karena bisa menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Karena ketika demam terjadi peningkatan hilangnya cairan tubuh lewat keringat ataupun urine. Untuk menghindari dehidrasi yang lebih parah, berikan minum berupa air putih atau jus buah dalam jumlah besar pada penderita demam.

Lakukan pengompresan dengan air hangat agar tubuh terasa lebih nyaman. Umumnya mengompres dapat menurunkan demam dalam waktu 30-45 menit. Kenakan pakaian tipis, dan istirahatlah pada ruangan yang berventilasi baik. Pada kondisi yang lebih berat, demam di atas 42 derajat celcius dapat menyebabkan kerusakan sistem syaraf.

Karena itu jika Anda mengalami demam atau sakit kepala, pengobatan menggunakan obat berjenis analgesik antipiretik dapat diambil sebagai alternatif jika memijat untuk mengurangi sakit kepala atau mengompres untuk mengurangi demam tidak cukup membantu.

Obat berjenis analgesik antipiretik yang misalnya mengandung paracetamol, aspirin dan anti infl amasi non streroid lainnya cukup efektif untuk mengurangi demam dan sakit kepala. Pada demam, obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin E2 pada hipotalamus anterior. Analgesik berfungsi untuk meregangkan tekanan pada otak.

Tapi ingat, minumlah obat analgesik antipiretik dengan cermat. Ikuti aturan dan dosis yang dianjurkan, atau jika ragu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan. Yang lebih penting hindari pemicu sakit kepala atau demam dan jalani gaya hidup sehat. Terutama saat menjalankan ibadah puasa nanti. Jangan biarkan sakit kepala dan demam mengganggu kekhusukan ibadah Anda.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini