nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menu Sehat Usai Melahirkan

SINDO, Jurnalis · Selasa 02 Agustus 2011 09:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 08 02 195 487012 FmMyjStjHf.jpg Menu sehat usai melahirkan. (Foto: Getty Images)

MERAWAT bayi dan pengalaman menjadi ibu baru memang menyenangkan. Agar pengalaman lebih berkesan, jangan lupa untuk mengonsumsi cukup nutrisi. Menjadi seorang ibu tidak dapat dimungkiri merupakan suatu anugerah dan pengalaman menyenangkan seumur hidup.

Kebanyakan calon ibu selama tiga trimester mengandung, mampu mengurus dirinya sendiri. Begitu memasuki trimester keempat setelah bayi lahir, ibu kurang memperhatikan kesehatan diri mereka, termasuk soal asupan makanan yang bergizi.

Bagaimana tidak, seorang ibu baru pastilah kurang tidur, kelelahan, bercampur dengan stres yang melanda dalam mengurus buah hatinya. Otomatis mereka hanya mempunyai energi yang sedikit untuk mengurus diri, apalagi menyiapkan makanan bergizi. Memang, nutrisi bagi bayi adalah penting, begitu juga untuk si ibu sendiri.

Tidak masalah apakah ibu memilih untuk memberikan ASI eksklusif ataupun susu formula, asupan gizi seimbang tetap menjadi prioritas bagi ibu baru.

“Jangan pikir karena sudah melahirkan, maka Anda tidak lagi membutuhkan nutrisi yang bagus bagi diri sendiri. Diet yang sehat bisa menumbuhkan mood, energi, dan membantu tubuh pulih sehabis melahirkan,” beber Elizabeth Ward MS RD, pengarang buku Expect the Best: Your Guide to Healthy Eating Before, During and After Pregnancy.

Menu diet bernutrisi sehabis melahirkan,penting keberadaannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sang ibu.Khususnya untuk masa pemulihan, memperbanyak ASI,dan membantu mengatasi depresi yang melanda, konstipasi, gangguan tidur, serta rasa lelah.

Hal ini diamini oleh pengarang buku Mom Energy, Ashley Koff RD, seperti dikutip dari laman webmd.com. ”Diet sehat untuk ibu menentukan kualitas ASI dan walaupun dia memutuskan untuk tidak menyusui. Dietnya akan memberikan nutrisi yang diperlukan sehingga ibu bisa kembali ke bentuk tubuh normal, sekaligus menggantikan nutrisi yang hilang saat mengandung,” ujar Ashley.

Kekuatan utama seorang ibu untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan guna mengurus si bayi dan dirinya sendiri, terletak pada diet nutrisi yang sehat dan kaya akan vitamin, mineral, protein, kalori, cairan, dan serat. Elizabeth merekomendasikan sedikitnya tiga kali makan dan beberapa camilan, perbanyak cairan, dan multivitamin untuk mengisi kekurangan nutrisi.

Sementara Ashley yang memiliki klien para ibu aktris Hollywood menuturkan, makan setiap tiga sampai empat jam sekali akan menstabilkan gula darah untuk energi.Pastikan dalam menu terdapat protein, gandum, sayuran, buah, dan susu rendah lemak setiap harinya. Kandungan protein dan karbohidrat dalam makanan, akan meningkatkan energi dan mood.

Makan yang mengandung banyak serat -seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan gandum- serta cairan yang banyak, akan membantu mengatasi sembelit atau konstipasi yang lazim dialami ibu baru. Ada beberapa makanan yang dianjurkan.

Seperti air kelapa dan kacang. Air kelapa ini kaya akan potasium dan mengandung sedikit karbohidrat, serta cairan yang banyak untuk hidrasi yang optimal. Ibu bisa meletakkan air kelapa dalam kemasan beserta kacang,di tas bayi sehingga dapat dikonsumsi sewaktu-waktu. Untuk camilan, pilih biskuit yang mengandung protein, lemak sehat, dan serat.

Sereal gandum juga kaya akan protein, termasuk kalsium, dan serat. Yoghurt juga baik untuk kesehatan. Apalagi yang mengandung buah-buahan, seperti blueberry, raspberry, atau blackberry. Makanan ini bisa dinikmati pagi, siang, ataupun malam hari. Ibu juga butuh asupan kalsium.

Kalsium ini sangat berguna untuk mengganti kalsium yang mungkin “diambil” oleh bayi saat mengandung. Kebutuhan kalsium yang tercukupi dapat menghindarkan diri dari risiko osteoporosis. Ingat, ibu dapat menabung kalsium hanya sampai usia 30 tahun. Kalsium bisa diperoleh dari susu.

Pilih susu yang rendah lemak atau skim milk, di swalayan sudah tersedia berbagai rasa susu rendah lemak ini. Misalnya cokelat, vanila, stroberi, atau tanpa rasa. Selai kacang pun merupakan gizi yang cepat untuk mengganti energi. Tinggal dioleskan pada roti atau biskuit gandum kesukaan Anda.

Sementara kebutuhan vitamin C ibu bisa didapat dari jus jeruk dalam kemasan,yang juga dapat menjaga tubuh tetap hidrasi. Nah, kudapan yang menyenangkan sekaligus mengisi energi bisa didapat dari keju, biskuit gandum, serta anggur. Makanan ini mengandung protein tinggi dan serat. Jangan lupakan telur.

Telur merupakan makanan cepat saji yang sarat energi. Telur ini bisa dinikmati langsung misalnya direbus, atau dibuat sandwich. Nah, Anda bisa menikmati waktu menyantap kudapan ini sambil minum teh herbal. Kalau Anda penggemar sereal, pilih sereal gandum yang lebih sehat dan rendah lemak. Masukkan buah beku atau yoghurt ke dalam mangkuk sereal Anda.

Elizabeth menyarankan agar ibu baru menyetok bahan-bahan makanan yang bergizi di dapur. “Terutama makanan yang cepat dimasak dan mudah disiapkan,” katanya.

Selama periode ini, ibu harus benar-benar memperhatikan kecukupan gizinya. “Ibu harus selektif memilih makanan. Pilih yang sedikit mengandung bahan pengawet ataupun penyedap rasa,” kata Ashley.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini