nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ASI Belum Lancar? Don't Worry!

Sabtu 06 Agustus 2011 08:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 08 05 195 488715 K1vQ2J5uU7.jpg ASI belum lancar, don't worry! (Foto: Getty Images)

KEBAHAGIAAN setelah melahirkan tentu makin lengkap jika proses menyusui berjalan lancar.

Namun tak semua moms mengalami "kemudahan" tersebut. Banyak pula yang mengalami ASI-nya tidak kunjung keluar.

Khawatir, takut, dan cemas memikirkan kondisi bayi? Jangan panik! Ikuti ulasan dari Dr Jeanne-Roos Tikoalu, SpA, IBCLC berikut.

Perlu Moms ketahui, sejak usia kehamilan 16 minggu atau berkisar empat bulan kehamilan, produksi ASI sudah mulai ada tetapi dihambat oleh kadar hormon kehamilan yang tinggi.

Baru, pada hari kedua atau ketiga pascapersalinan, kadar hormon kehamilan turun drastis dan hormon yang memengaruhi produksi ASI -hormon prolaktin- semakin dominan. Saat itulah ASI mulai dikeluarkan dari payudara. Dengan kata lain, secara alamiah payudara mulai membengkak pada hari kedua atau ketiga pascapersalinan.

Wajar, bila ASI belum lancar

Untuk awal proses menyusui si kecil, Dr Jeanne menyarankan sebaiknya tindakan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) pascapersalinan dapat dilakukan agar isapan bayi pada payudara ibu memperlancar pembentukan dan pengeluaran hormon yang memroduksi dan mengeluarkan ASI.

Namun faktanya, seringkali para calon ibu mengira ASI belum ada, sehingga mereka tidak (mau) menyusui bayinya pada hari-hari pertama pascapersalinan. Padahal, hal ini justru akan memperlambat produksi ASI yang sudah ada untuk meningkatkan jumlahnya.

"Jadi wajar bila pada hari-hari pertama pascakelahiran, ASI belum banyak keluar. Aktivitas menyusui rutin yang dilakukan sang ibu akan membuat produksi ASI cepat meningkat sejalan dengan kebutuhan bayi yang semakin bertambah," jelas dokter yang berpraktik di RS Puri Indah ini.

Ketenangan ibu, kebahagiaan seorang ibu setelah berhasil melewati proses kehamilan dan persalinan akan membuat ibu tersebut merasa dihargai dan mendapat dukungan dari semua pihak di sekelilingnya. Dan semua kondisi tersebut ikut berperan dalam meningkatkan produksi ASI.

Penyesuaian lambung bayi

Bayi baru lahir biasanya dapat bertahan tidak mendapat asupan makanan dan minuman sampai tiga hari. Artinya, bayi masih mempunyai cadangan makanan yang cukup sampai ASI keluar. Tapi tentunya Moms tidak akan membiarkan si kecil dalam kondisi seperti ini, bukan?

Para peneliti menemukan bahwa pada hari pertama sampai hari ketiga lambung bayi baru lahir hanya memiliki kapasitas menampung berkisar lima sampai tujuh ml ASI setiap kali minum. Jumlah ini sesuai dengan jumlah kolostrum yang sudah tersedia dalam payudara ibu pada hari-hari awal pascapersalinan.

Tetesan-tetesan ASI pertama kali sampai hari kelima atau ketujuh berupa kolostrum, sudah cukup memenuhi kebutuhan bayi.

Ukuran lambung bayi baru lahir sampai usia hari ketiga diasumsikan sebesar kelereng. Hal ini perlu diketahui para ibu utamanya pada hari pertama kelahiran, di mana lambung bayi tidak dapat membesar untuk menampung banyak cairan seperti pada hari-hari berikutnya. Bayi cenderung akan muntah apabila mendapat minum banyak pada hari pertama setelah kelahirannya.

Seiring dengan bertambahnya usia bayi, kebutuhan cairan juga akan bertambah dan ukuran lambung pun akan bertambah. Antara hari kelima sampai hari kesembilan ukuran lambung bayi diasumsikan sebesar bola bekel dan pada hari ke-10 lambung bayi akan berukuran sebesar bola pingpong.

Kiat lancar memberi ASI:

1. Pascapersalinan apabila ibu dan bayi berada dalam kondisi baik, segera lakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) untuk merangsang keluarnya kolostrum.

2. Puting yang datar atau masuk ke dalam bukan halangan bagi bayi untuk menyusu karena bayi menyusu bukan semata pada puting payudara.

3. Posisi dan perlekatan bayi ke payudara harus tepat. Agar lebih jelas, lakukan konsultasi kepada konselor laktasi atau dokter sehingga bayi dapat menyusu dengan baik dan menghindari puting menjadi lecet.

4. Sering berusaha menyusui bayi walaupun ASI 'belum keluar', karena isapan bayi akan mengirim sinyal ke otak ibu agar memroduksi dan mengeluarkan ASI.

5. Jangan lupa mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Utamanya,  perbanyak minum, makan sayur dan buah-buahan.

6. Buang jauh-jauh pikiran negatif. Karena, terlalu stres atau memiliki kekhawatiran berlebihan akan memengaruhi produksi ASI. Atau, semakin moms stres memikirkan ASI yang tak kunjung keluar, maka semakin tak keluar pula ASInya.

7. Berpikir positif dan yakinlah bahwa Anda mampu memberikan ASI yang cukup. Keyakinan yang kuat akan membantu dalam pengeluaran hormon-hormon untuk memroduksi dan mengeluarkan ASI.

Lebih sukses menyusui dengan...

1. Lakukan pertemuan dengan para ahli yang mengetahui seluk-beluk ASI (konselor laktasi) sejak sebelum moms melahirkan khususnya pada kehamilan trimester kedua dan ketiga. Akan lebih baik kalau sejak usia remaja sudah mulai mendapat pengetahuan bagaimana proses pembentukan ASI berlangsung.

2. Dukung para moms yang mempunyai motivasi memberikan ASI eksklusif. Dukungan bukan hanya dari tenaga kesehatan tetapi dari orang terdekat yang berada di sekeliling Moms, seperti suami, orangtua, mertua, tetangga dan para sahabat.

3. Rasa bahagia, selalu mendapat dukungan, dan perasaan dapat menjadi wanita seutuhnya merupakan hal-hal yang bisa memperlancar produksi ASI selain kegiatan rutin menyusui dengan posisi dan perlekatan yang baik dan benar. Semberian ASI adalah proses pembelajaran, baik bagi si ibu -proses belajar menyusui- maupun bagi bayi (proses belajar menyusu). Jangan jadikan proses laktasi sebagai suatu paksaan. Melainkan, nikmati proses tersebut selama Moms mau dan mampu memberikan ASI untuk bayi Anda tercinta.

4. Proses pemberian ASI adalah proses pembelajaran, baik bagi si ibu - proses belajar menyusui -maupun bagi bayi- proses belajar menyusu. Jangan jadikan proses laktasi sebagai suatu paksaan. Melainkan, nikmati proses tersebut selama moms mau dan mampu memberikan ASI untuk bayi Anda tercinta.  (Sumber: Mom&Kiddie)

(ang)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini