Topi Bambu di Pameran Kridaya Pecahkan Rekor Muri

Pasha Ernowo, Jurnalis · Senin 08 Agustus 2011 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 08 407 489299 MU4ygCw4KC.jpg Triesna Wacik (foto: Pasha Ernowo/Okezone)

PAMERAN Kridaya 2011 digelar di Jakarta Convention Center (JCC) 3-7 Agustus. Pameran menampilkan aneka kerajinan perpaduan tradisional dengan sentuhan modern dari berbagai bahan, terutama bambu.

Pameran Kridaya mengambil tema "Meningkatkan penggunaan produk kerajinan dalam keseharian" ini ditutup secara resmi oleh Ketua Umum Panitia Pameran Kridaya 2011, Triesna Wacik.

Dalam penutupan tersebut Triesna Wacik mengatakan pihaknya mendorong semakin banyaknya penggunaan bambu termasuk topi dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita mendorong produk dan kerajinan bambu bisa dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini pasti akan membantu perajin dan meningkatkan kesejahteraan mereka," kata Trisna, kepada wartawan saat menutup pameran Kridaya di Jakarta, Minggu, (7/8/2011).

Menurut dia, semakin masyarakat menggunakan produk bambu dalam kehidupan sehari-hari semakin mendorong perajin untuk terus berproduksi sekaligus melestarikan budaya lokal bangsa.

"Melalui pameran ini masyarakat Indonesia lebih menghargai dan bangga terhadap produk dalam negeri," ujarnya.

Dalam acara penutupan pameran kridaya 2011, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menyerahkan penghargaan kepada Komunitas Topi Bambu Tangerang, Banten, sebagai topi terbesar di dunia.

"Topi berdiameter helai 2 m, jari-jari helai 1 m, tinggi lingkaran topi 20 cm, lingkaran kepala topi 60 cm, dan berat 2 kg sebagai topi terbesar di dunia," kata pendiri MURI Jaya Suprana.

Selain itu, Ketua Komunitas Topi Bambu Tangerang, Agus Hasanudin, menjelaskan, topi tersebut diharap bisa meningkatkan citra perajin dan mempromosikan topi bambu.

"Dengan memperoleh rekor MURI ini Kami berusaha untuk membantu promosi dan mengangkat derajat perajin topi bambu Tangerang," katanya.

"Kami berharap ada perhatian lebih dari berbagai pihak untuk mendukung promosi topi bambu agar nasib perajin topi bambu semakin membaik di masa depan," harapnya.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini