nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hindari Makanan Tinggi Yodium Atasi Penyakit Graves

Chaerunnisa, Jurnalis · Selasa 23 Agustus 2011 14:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 08 23 195 495342 nqXVDWsvED.jpg Hindari makan tinggi yodium atasi penyakit graves. (Foto: Getty Images)

PENYAKIT Graves ialah kumpulan gejala karena pertumbuhan berlebih sel-sel kelenjar gondok. Penyakit Graves (goiter difusa toksika) merupakan penyakit kelebihan hormon tiroid yang umumnya diketahui terlambat oleh penderitanya.

"Masalahnya adalah bakat atau genetik, sehingga tidak ada yang bisa memprediksi bahwa seseorang bakal dapat atau tidak, sehingga yang paling penting adalah ketika mengalami keluhan-keluhan tiroid segera berobat," kata Dr dr Imam Subekti SpPD-KEMD saat berbincang dengan okezone seusai sidang disertasi gelar Doktor di UI, Salemba, Jakarta, Selasa (23/8/2011).

Sel-sel tiroid mempunyai kemampuan bereaksi dengan antigen di atas dan bila terangsang oleh pengaruh sitokin (seperti interferon gamma) akan mengekspresikan molekul-molekul permukaan sel kelas II (MHC kelas II, seperti DR4) untuk mempresentasikan antigen pada limfosit T.

Terjadinya oftalmopati Graves melibatkan limfosit sitotoksik (killer cells) dan antibodi sitotoksik lain yang terangsang akibat adanya antigen yang berhubungan dengan tiroglobulin atau TSH-R pada fibroblast, otot-otot bola mata, dan jaringan tiroid. Sitokin yang terbentuk dari limfosit akan menyebabkan inflamasi fibroblast dan miositis orbita, sehingga menyebabkan pembengkakan otot-otot bola mata, proptosis, dan diplopia.

"Penyakit mata yang muncul adalah pembesaran, matanya membelalak belok kiri kanan sehingga bagi wanita yang 75 persen dari studi menderita penyakit ini, hal tersebut jadi masalah besar. Sehingga kalau kita dapat melakukan terapi lebih awal atau lebih dini, hasilnya mudah-mudahan menjadi lebih baik," papar suami Dr Valina Singka Subekti MSi itu.

Autoantibodi tiroid, TgAb, dan TPO Ab dapat dijumpai baik pada penyakit Graves maupun tiroiditis Hashimoto, namun TSH-R Ab (stim) lebih spesifik pada penyakit Graves. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit autoimun, di mana penyebabnya karena faktor genetik dan sering mengonsumsi makanan tinggi yodium.

"Selain faktor genetik, gaya hidup juga memengaruhi penyakit ini, terutama pola makan. Pola makan yang mengandung tinggi yodium, misalnya ikan laut (garam enggak apa-apa karena standar), dan ikan asin. Karena itu sebaiknya dihindari konsumsi makanan tinggi yodium apabila mengalami penyakit tiroid yang aktif. Karena penyakit tiroid itu ada yang aktif dan tidak aktif," imbuhnya.

Pada penyakit Graves, adanya antibodi terhadap reseptor TSH di membran sel folikel tiroid, menyebabkan perangsangan produksi hormon tiroid secara terus-menerus, sehingga kadar hormon tiroid menjadi tinggi. Kadar hormon tiroid yang tinggi ini menekan produksi TSH di kelenjar hipofisis, sehingga kadar TSH menjadi rendah dan bahkan kadang-kadang tidak terdeteksi.

“Dengan ciri-ciri kelenjar tiroid membesar, terutama keluhannya jantung berdebar-debar, berat badan turun, gemetaran, gelisah, mudah marah, tersinggung, susah tidur, buang air besar (BAB) lebih sering tiap makan langsung BAB, Anda dapat mencegah terlambatnya penanganan pada Graves,” tutupnya.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini