Tiga Olahraga Tradisional Mongolia

Gustia Martha Putri, Jurnalis · Rabu 24 Agustus 2011 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 24 409 495821 20trqyjsiC.jpg Olahraga Mongolia (foto: CNN)

JIKA Anda menggemari olahraga lelaki seperti gulat, memanah dan balap kuda, maka Anda pun patut menyusun agenda untuk berwisata ke Mongolia. Apa pasal?

Karena, olahraga seperti gulat, memanah, dan balap kuda merupakan olahraga tradisional bangsa Mongol.

Setiap tanggal 11 Juli, yaitu pada saat hari raya kemerdekaan Mongolia, bangsa Mongol akan menggelar acara tahunan olahraga tradisional yang dinamakan "nadam".

Jadi pada setiap hari perayaan kemerdekaan negaranya, pada tanggal 11 Juli itu pun bangsa Mongol menemukan jagoan-jagoan baru dalam ketiga olahraga tradisional mereka tersebut.

Salah satu bagian acara dalam nadam adalah festival gulat. Dalam festival ini, berisikan kompetisi gulat secara nasional, sehingga akan ditemukan jagoan-jagoan gulat baru.

Seperti hari perayaan kemerdekaan negara-negara lainnya, pada hari itu, seluruh warga negara Mongolia hiruk pikuk berkumpul bersama baik di desa-desa maupun di kota-kota  untuk menyaksikan aksi-aksi menawan dari para pegulat, pemanah, dan pebalap kuda, selama tiga hari berturut-turut.

Kompetisi besar gulat diselenggarakan di ibukota Ulanbator, dan kompetisi tersebut merupakan ajang bergengsi bagi para psertanya karena merupakan kompetisi bertaraf nasional.

Ada cerita unik mengenai pakaian khas para pegulat, yaitu kaos lengan panjang yang tidak ada bagian depannya. Konon menurut cerita rakyat, dulu pernah ada seorang wanita yang menyamar sebagai manusia dan memenangkan acara gulat. Sehingga, agar penipuan itu tak terjadi lagi, pegulat diharuskan bersaing bertelanjang dada.

Walaupun festival yang berisikan acara olahraga yang sangat laki-laki, namun para kaum perempuan jugabisa ikut bersaing dalam kompetisi memanah dan menjadi joki dalam pacuan kuda.

"Semua orang suka balap kuda di Mongolia, itu olahraga nasional kami," kata Battsetseg Erdenekhuu, seorang pemandu wisata di Mongolia.

Acara tahunan telah menjadi salah satu daya tarik terbesar bagi wisatawan mengunjungi negara itu.

"Untuk permainan utama gulat, memanah dan balap kuda, itu masih sangat tradisional, jadi banyak turis yang datang untuk dapat menyaksikan langsung acara tersebut," katanya.

Sebelum hari-H kompetisi diselenggarakan, para peserta sudah melakukan latihan sekitar dua bulan sebelumnya.

Seperti perayaan khusus lainnya, tak lengkap jika tak ada makanan khsusunya pula. Bangsa Mongolmemiliki makanan khusus yang menjadi ciri khas hari kemerdekaan negara mereka, yaitu kue daging goreng yang bernama "khuusuur"

"Tidak ada khuushuur, nadam tidak lengkap," kata Erdenekhuu.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini