nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gigi Pengaruhi Kelancaran Bicara?

Sabtu 17 September 2011 11:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 09 16 195 503597 mHxBErYpLr.jpg (Foto: gettyimages)

DOK, Samita (1 tahun 7 bulan), anak saya seharusnya sudah memiliki perbendaharaan kata sebanyak 20, tapi dia baru bisa bicara 5 kata. Apakah kelancaran berbicara ada pengaruhnya dengan gigi? Karena sampai saat ini Samita baru memiliki 6 buah gigi depan. Terimakasih

- Lanny Hestianingrum, Kemayoran, Jakarta Pusat

Jawab:

Dr M. Vinci Ghazali, Sp.A, MM, MBA dari Brawijaya Women & Children Clinic @Sahid Sahirman Memorial Hospitals menjelaskan, jumlah gigi yang dimiliki si kecil saat ini, mungkin bisa memengaruhi kemampuannya dalam pengucapan kata. Tapi jangan khawatir, seiring bertambahnya usia, kosakata yang dimiliki si kecil juga akan bertambah banyak.

Memiliki 3 perangkat bicara

Prinsipnya, anak membutuhkan perangkat agar memiliki kemampuan bicara, antara lain:

1. Pusat pendengar. Mulai dari cuping telinga, gendang telinga, tulang di daerah telinga hingga saraf yang menghantarkan suara dari luar ke otak yang normal. Berpusat pada korteks serebri (lapisan otak bagian luar) dan pada anak normal biasanya terdapat di sebelah kiri dan pada anak kidal kemungkin berbeda.

2. Pusat memori. Pusat memori atau otak juga berperan sangat penting. Rangsangan yang diterima dari kuping yang mendengar, akan disalurkan ke pusat rekaman di otak (area memori), dimengerti, dianalisa dan bila menemukan yang sama anak akan mampu mengingat dan mengucapkannya.

3. Alat bicara (speaker). Setelah didengar, dianalisa maka membutuhkan speaker untuk mengucapkan kata tersebut. Pada pusat bicara harus terdapat ‘kabel’ saraf ke mulut dan untuk mengucapkan huruf diperlukan bibir dan lidah yang bergerak dengan benar, keadaan dan posisi gigi yang benar, rahang atas bawah posisinya benar tidak ada oklusi dan memiliki palatum (langit-langit mulut) yang normal. Maka dibutuhkan mulut, mulut yang normal terdiri dari anatomi, tulang belulang rawan, otot-otot lidah dan bibir.

Lakukan stimulasi

Stimulasi berperan sangat penting untuk membantu proses ‘kematangan’ dari perangkat (selain faktor fisik, seperti gigi, dll). Berbeda halnya jika si kecil sudah memiliki masalah kesehatan seperti serebral palsy, autis atau kelainan lainnya dimana ia tidak akan bisa bicara dengan normal, karena ‘peralatannya’ rusak.

Akan tetapi jika perangkatnya baik, walau saat lahir BBLR tapi normal maka perangkat yang baik itu perlu dirangsang dengan stimulasi. Saat proses stimulasi ini orang yang berada di lingkungan bayi berperan penting. Namun yang perlu Moms ketahui, bahwa ada anak yang cepat dan ada yang lama, jadi bisa saja pada usia 12 bulan sudah punya 2 atau 3 perbendaharaan kata dan bisa saja belum.

Tip menstimulasi si kecil berbicara

- Lebih baik gunakan satu bahasa saja, misalnya bahasa ibu.

- Untuk merangsang kemampuan berbicara stimulasi secara verbal lebih baik daripada visual.

- Stimulasi yang benar adalah tidak menekan rasa percaya diri anak, saat anak bicara salah jangan diberi hukuman, beritahu bagaimana sebenarnya yang benar.

- Berpura-puralah tidak tahu apa yang anak inginkan. Tunggu hingga ia berbicara lengkap baru kita respon. Misal, Moms tahu maksudnya si kecil minta susu, tapi sebelum ia mengucapkan kata ‘susu’, sudah diberi susu. Maka, bukan tidak mungkin esok dia akan mengulangi hal yang sama. Toh dia pikir ibunya mengerti apa yang diinginkannya. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie)

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini