Share

Fasilitas Pariwisata di Selatan Bali Sudah Tidak Layak Lagi

Rohmat, Okezone · Senin 19 September 2011 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2011 09 19 407 504169 Xk7BxBhXYt.jpg Bandara Ngurah Rai (foto: baliairport.com)

SEMUA pihak diminta mendukung langkah moratorium investasi sektor pariwisata di wilayah Bali Selatan mengingat berbagai fasilitas pariwisata di wilayah tersebut sudah jenuh dan tidak layak lagi.

Saat ini, Pemprov Bali memang telah mengeluarkan kebijakan moratorium pembangunan fasilitas untuk pariwisata di Bali selatan, namun prakteknya pembangunan sarana akomodasi skala besar masih jalan terus.

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

ย 

"Sudah saatnya seluruh komponen masyarakat Bali mendukung moratorium pembangunan fasilitas pariwisata karena di Bali selatan sudah tidak layak bangun lagi," kata anggota Komisi X DPR RI Nyoman Dhamantra, di Denpasar, Minggu (18/9/2011).

Menurut Damantra, jika mencermati seluruh investasi di Bali selatan, tidak ada yang memperkuat atau berpihak pada pro rakyat.

Selain daya dukung tidak memenuhi standar, kata dia investasi yang dilakukan tidak pro rakyat. Dicontohkan, proyek sarana KTT APEC Bali International Park (BIP), telah memunculkan persoalan di bawah, persoalan persyaratan hingga kendala teknis lainnya.

Pemerintah mestinya mengkaji kembali, dalam tempo dua tahun ini apakah mungkin bisa mengejar target untuk membangun mega proyek seluas 250 hektar untuk KTT APEC 2013.

Karena itu, politisi PDIP ini meminta semua megaproyek di Bali Selatan ditunda dahulu atau jika perlu dihilangkan. Dia sependapat wacana pemindahan berbagai investasi pariwisata ke Bali utara seperti Kabupaten Buleleng dan Karangasem, layak dipertimbangkan.

โ€œKalau investasi berpihak kepada rakyat untuk menciptakan kesejahteraan, harus didukung. Sebaliknya jika meminggirkan masyarakat lokal harus ditolak. Kita harus segera menyelamatkan Bali dari kehancuran akibat salah urus dalam pembangunan pariwisata," tutupnya.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini