Reog & Kuda Lumping Ramaikan Parade Shanghai Tourism Festival

Yenny Andrianti, Jurnalis · Senin 19 September 2011 09:48 WIB
https: img.okezone.com content 2011 09 19 409 504154 ylj88iigUZ.jpg Kendaraan pawai dari Indonesia (foto: Yenny Andrianti/Okezone)

SHANGHAI Tourism Festival 2011 (STF) telah dibuka dengan parade pembukaan yang diadakan hari Sabtu lalu, 10 September 2011.

Hampir sebanyak 30 rombongan ikut serta dalam parade baik dari daerah-daerah regional China maupun negara-negara di seluruh dunia, seperti Jepang, Korea, Amerika Serikat, Finlandia, Brazil, Swiss, dan juga Indonesia.

Indonesia yang telah tampil dalam STF selama 6 tahun terakhir selalu menampilkan tarian-tarian tradisional dari berbagai daerah. Dengan keunikan gerak-gerik tarian, kostum, dan lagu-lagu daerah yang mengiringi tarian, rombongan Indonesia selalu berhasil memikat perhatian warga kota Shanghai.

Tahun ini, rombongan Indonesia tampil dengan tarian Kuda Lumping dan pertunjukan tari Reog. Masyarakat pun semakin penasaran dengan kostum kuda lumping yang unik dilengkapi dengan kuda-kudaan yang ditunggangi para penari yang berarak-arak di sepanjang parade.

Selain itu, topeng reog yang tampak gagah dengan raut wajah yang begitu menakutkan berhasil membuat para penonton tidak mengalihkan perhatiannya ke rombongan lain selama beberapa saat. Si penari reog pun menunjukkan kepiawaiannya menari dengan topeng yang beratnya tidak kurang dari beberapa kilogram tersebut, dengan menaikkan salah seorang penari kuda lumping di atas kepalanya. Tidak heran, banyak decak kagum dan tepuk tangan meriah yang mengiringi rombongan Indonesia selama pergelaran parade.

Keberhasilan rombongan Indonesia menampilkan tarian yang begitu indah dan selalu menarik perhatian masyarakat tersebut tidaklah lepas dari dukungan pemerintah Indonesia sendiri. Setiap kali adanya parade pembukaan STF, Departemen Kebudayaan & Pariwisata selalu mendatangkan tim penari profesional sekaligus melatih sejumlah penari sukarelawan yang kebanyakan merupakan sejumlah pelajar Indonesia di Shanghai.

Kali ini, sebanyak 12 kru didatangkan dari Guruh Soekarno Putra Production (GSP). Hanya dalam waktu 2 hari, tim GSP berhasil melatih 60 penari sukarelawan menarikan tarian kuda lumping dengan lincah seperti layaknya seekor kuda yang terus meloncat dan menghentakkan kaki tanpa henti.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini