Share

3 Desainer Luar Ramaikan Cultural Evening Performance

Lastri Marselina, Jurnalis · Jum'at 30 September 2011 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2011 09 30 29 508958 fmsK5XZvT7.jpg Koleksi Deanoor (Foto: Runi/Okezone)

SEBUAH malam pertunjukan seni budaya bertajuk “Cultural Evening Performance” dilangsungkan tadi malam sebagai puncak rangkaian “World Batik Summit”. Acara makin meriah dengan pertisipasi dari perancang lokal dan mancanegara yang unjuk koleksi busana.
 

Batik Indonesia merupakan warisan bernilai tinggi, terutama dalam proses pembuatannya merupakan bagian dari seni budaya dan memiliki keunikan dalam pemakaian canting dan malam.

 

Malam pertunjukan seni budaya ini merupakan terobosan Yayasan Batik Indonesia dalam kegiatannya terus menjaga dan mengembangkan batik Indonesia agar terus berkontribusi positif secara multidimensi bagi masyarakat di Indonesia dan dunia. Terutama setelah UNESCO secara resmi mengakui batik Indonesia dan memasukkannya ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) pada 2009.

 

Diawali dengan pertunjukan seni tari tradisional, pergelaran busana batik diramaikan oleh sejumlah desainer Tanah Air dan tiga desainer luar. Ketiga desainer mancanegara tersebut ialah Deanoor dari Malaysia, Kaoru dari Jepang dan Lu Kun dari China.

 

Mereka berkolaborasi dengan enam desainer Nusantara seperti Anne Avantie, B1, Carmanita, Chossy Latu, Ramli, dan Sebastian Gunawan, serta dua produsen batik Danar Hadi dan Parang Kencana.

 

Menggunakan batik Danar Hadi, Lu Kun mengangkat tema “Miss Shanghai”, sebuah koleksi Shanghai yang telah dimodifikasi secara modern dan menonjolkan siluet feminin. Sementara Kaoru yang menggunakan batik tua Madura, Solo, Cirebon, Pekalongan, Yogyakarta dan batik motif Hokokai memamerkan koleksi dengan “feel” etnik dalam busana efek melayang. Deanoor mengombinasikan batik Madura (Tanjung Bumi) dan batik Parang Kencana dalam koleksi “evening gown” dan “cocktail dress” yang apik.

 

"Batik Indonesia memiliki kecantikan tersendiri, semua koleksi yang ditampilkan begitu indah. Saya tak sabar untuk bisa berkolaborasi dengan desainer Indonesia di masa mendatang," kata Deanoor usai pergelaran kepada okezone di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9/2011) malam.

 

Senada dengan Deanoor, Lu Kun justru melihat koleksi yang dipamerkan para desainer Tanah Air begitu menginspirasi.

 

"Para desainer Indonesia sangat memerhatikan detail, sehingga hasilnya sangat menakjubkan. Saya menyukai beberapa ide mereka dan berencana mempelajarinya untuk koleksi terbaru saya nanti," jelas Lu Kun.

 

Lantas, bagaimana tanggapan Ramli dengan pujian dari dua desainer asing tersebut?

 

"Sangat senang mendengarnya, kegiatan ini merupakan kesempatan bagi desainer lokal dan asing untuk mengolah batik menjadi busana menarik. Mereka yang awalnya tidak pakai batik justru ikut terinspirasi menggunakannya," tutup Ramli.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini