nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rawat Organ Intim Saat Menstruasi

SINDO, Jurnalis · Rabu 12 Oktober 2011 10:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 10 12 195 514092 yHbNE9OFUg.jpg Saat menstruasi (Foto: Google)

KEBERSIHAN organ intim perlu diperhatikan, utamanya saat menstruasi. Jika tidak, akan menimbulkan penyakit infeksi. Namun, rupanya kebersihan di area ini acap kali luput dari perhatian kaum hawa.

 

Fakta ini terungkap dalam acara Kampanye Shine With Charm yang bertajuk ”Memahami Penggunaan Produk Kewanitaan untuk Performa Optimal”. Pada acara yang diadakan di kampus STIE Perbanas itu terungkap bahwa wanita Indonesia kurang memperhatikan kebersihan di area genital saat sedang menstruasi. Di mana mereka jarang mengganti pembalut atau pantyliner.

“Di negara lain, perempuan yang sedang menstruasi bisa mengganti pembalut sampai 28 kali. Sementara di Indonesia, hanya 18 kali. Ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh Charm,” tutur Yasuaki Aoyama selaku Brand Manager Feminine Care PT Unicharm Indonesia.

 

Hal ini menunjukkan, ujar Yasuaki, kesadaran wanita di Indonesia untuk memberi perhatian lebih kepada daerah kewanitaannya bertendensi masih amat minim. Padahal jika terus-menerus tidak diindahkan, pembalut atau panty liner yang tidak diganti justru dapat menjadi sarang bakteri atau kuman.

“Serta berisiko terkena infeksi yang berakibat mulai dari keputihan hingga terjangkitnya penyakit kelamin,” kata Yasuaki.

 

Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi perempuan tidak mengganti pembalutnya. Dari penelitian yang dilakukan di beberapa sekolah, sedikitnya ada lima alasan yang menyebabkan wanita kurang memperhatikan penggantian pembalut, yaitu faktor malu, khawatir tidak bersih, malas, hemat, dan lupa.

 

“Ambil contoh untuk kalangan pelajar. Dari survei yang kami lakukan, mereka jarang mengganti pembalut karena faktor malu. Bingung nanti buangnya (pembalut bekas pakai) di mana dan takut ketahuan teman cowok,” ujar dr Ryan Thamrin, pakar ginekolog dan seksolog.

 

Lebih lanjut Ryan mengatakan, tidak sedikit pula yang beranggapan kalau mengganti pembalut haruslah menggunakan air yang bersih untuk membersihkan tubuh.

“Nah mungkin kalau di sekolah atau di perjalanan, khawatir airnya atau kamar mandinya tidak bersih. Yang penting kalau ke WC umum selalu gunakan air dari keran langsung,” kata dokter muda ini. Untuk pembalut, sebaiknya pilihlah yang nyaman. Terutama yang tidak menimbulkan kebocoran dan aman, yaitu tidak menyebabkan iritasi pada daerah kulit sekitar vagina.

 

Menstruasi merupakan keadaan di mana darah dan lendir keputihan keluar dari vagina dikarenakan pecahnya pembuluh darah dan pelepasan dinding rahim. Rata-rata seorang wanita mengalami haid jika dihitung dari usia pertama haid sampai menopause, yakni antara 31–44 tahun. Perbedaan usia wanita mengalami haid bisa dikarenakan aspek genetik, status gizi, dan lingkungan. Rata-rata wanita mengalami haid 3–7 hari dengan siklus haid antara 21–35 hari per bulan.

 

Darah yang keluar pada saat haid bertekstur kental dan padat serta berwarna gelap. Perlu dicurigai jika darah yang keluar berwarna merah segar, kemungkinan ada infeksi di daerah kelamin. Darah inilah yang sekaligus membuat tubuh menjadi lemas. Keadaan lain yang juga perlu dikonsultasikan ke dokter manakala darah haid tidak berkurang volumenya menjelang hari-hari terakhir haid.

 

Siklus menstruasi yang normal menyatakan seorang wanita memiliki organ reproduksi yang sehat sekaligus sistem hormonal yang baik.Sebaliknya, siklus menstruasi yang tidak teratur, mengindikasikan tubuh tidak dalam keadaan yang baik. Boleh jadi hal ini disebabkan fungsi hormon yang terganggu, hormon menyusui, dan penggunaan obat pengontrol kehamilan.

 

Namun, yang paling perlu diperhatikan adalah gaya hidup. Pola hidup rupanya turut memberi kontribusi terhadap menstruasi yang tidak teratur. Sebut saja merokok, mengonsumsi alkohol, penggunaan obat terlarang, dan pola makan yang sehat. Ryan menyarankan, sebaiknya wanita mengurangi konsumsi jajanan gorengan.

Dalam acara tersebut Ryan juga memaparkan soal perilaku tidak sehat pada daerah vagina, di samping kurang mengganti pembalut, yakni kebiasaan membilas diri setelah buang air kecil atau besar. “Bilas dari arah vagina ke dubur, jangan sebaliknya,” imbuhnya. Arah sebaliknya justru akan menyebabkan kotoran masuk ke vagina sehingga berisiko terjadi infeksi.

 

Vagina juga tidak perlu dibersihkan dengan sabun khusus daerah intim yang banyak ditawarkan iklan. Vagina mempunyai sistem pembersih alami dan dibatasi oleh berbagai kelenjar yang menghasilkan cairan yang diperlukan untuk melumasi dan membersihkan diri. Sabun khusus atau sabun mandi justru dapat mengiritasi dan menghilangkan pelumas serta senyawa baik di sekitarnya. Kondisi ini membuat bakteri anaerob dan ragi berkembang biak dan menyebabkan bau tak sedap dan gatal.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini