Lini Dramatis Yogie Pratama & Soko Wiyanto

Lastri Marselina, Jurnalis · Rabu 16 November 2011 19:49 WIB
https: img.okezone.com content 2011 11 16 29 530394 FfFHK4XLFL.jpg Koleksi Soko Wiyanto (Foto: JFW)

DUNIA kreatif Tanah Air khususnya fesyen makin menunjukkan taringnya di mata dunia. Kehadiran desainer muda pendatang baru dengan ide liar yang berkecamuk, berhasil menuangkannya dalam kreasi busana dramatis.

 

Ketertarikan para pecinta mode akan lini extravagant yang tak biasa memperkuat minat Soko Wiyanto dan Yogie Pratama menyuguhkan karakteristik berbeda. Keduanya berkolaborasi dalam panggung “Diagramma” di hari keempat Jakarta Fashion Week 2012, Selasa (15/11/2011).

 

Era keemasan ranah fesyen era 50-an menjadi inspirasi Yogie selaku alumnus ESMOD Jakarta dan Ecole de la Chambre Syndicale de la Couture Parisienne untuk koleksi bertema “Drama”. Sebanyak 24 koleksi busana yang ditampilkan terdiri atas 18 gaun malam dan cocktail, 1 gaun pengantin, serta 5 busana menggunakan material batik dari Pesona Batik Kudus.

 

Sebagai pembuka, gaun malam sarat ornamentasi dengan aksen renda dan tulle bertumpuk sukses menjadi sorotan. Kekhasan siluet volume era itu hadir pada lini berpotongan baby doll berpalet putih dan elemen lain sebagai ornamen yang dikreasikan membentuk motif floral. Detail ruffle yang bernapas feminin hadir dalam sentuhan melankolis nan sensual.

 

“Dalam koleksi ini saya ingin mengajak setiap wanita untuk bernostalgia, mengenang memori indah di ranah fesyen, membuat wanita memiliki kekuatan sejatinya; keanggunan,” sahut Yogie sebelum pergelaran busana di Pacific Place, Jakarta.

 

Sementara Soko Wiyanto selakululusan Arva School of Fashion Surabaya dan La Salle Jakarta mengusung tema “C’est La Vie” yang terinspirasi oleh keindahan kupu-kupu. Hampir seluruh koleksi yang berjumlah 24 gaun malam hadir dengan detail rupa binatang bersayap indah tersebut. Elemen extravaganza diperkuat oleh hiasan kepala dramatis dan siluet ballgown yang lebar.

 

Gaun pengantin yang muncul di akhir acara menyimpulkan inspirasi dengan bordiran renda berbentuk kupu-kupu yang terkamuflase oleh tumpukan gelepai yang mewah.

 

"Kupu-kupu mencerminkan diri saya. Perjalanan fase metamorfosis dari ulat hingga menjadi kupu-kupu yang cantik adalah cerminan dan basis inspirasi dalam berkarya," tutup Soko pada kesempatan yang sama.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini