Sejarah Tari Saman

Salman Mardira, Jurnalis · Jum'at 25 November 2011 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2011 11 24 407 533860 4HLHq1ySkJ.jpg Tari Saman (virtualaceh.com)

SEIRING Zaman, Tari Saman berkembang hingga menjadi kesenian dalam segala kesempatan di luar negeri.

Hingga akhirnya tarian adat Acej ini ditetapkan oleh UNESCO, sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang memerlukan perlindungan mendesak dunia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Nusa Dua, Bali, 24 November kemarin.

Tari Saman berasal dari dataran tinggi Gayo dan sudah dikenal sejak abad 14 Masehi. Ihwal bernama Saman berasal dari nama penciptanya, yaitu Syeh Saman, seorang ulama di Gayo Lues kala itu.

Tarian ini awalnya hanya permainan rakyat, kemudian berkembang dengan gerakannya diiringi syair berisi pujian-pujian kepada Allah dan salawat kepada Nabi Muhammad yang dibacakan dalam bahasa Arab dan Gayo.

Saman asli hanya dimainkan oleh laki-laki dan dibagi dua kelompok kemudian diadu gerak dan syairnya.

Mulanya Saman hanya ditampilkan di bawah kolong Meunasah (semacam langgar Surau atau Langgar di Jawa) dalam event adat atau ritual agama seperti saat perayaan maulid Nabi Muhammad.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini