Daya Tarik Meja Kopi

SINDO, Jurnalis · Jum'at 25 November 2011 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2011 11 25 30 534067 Wgj15eXCdX.jpg Tampilan meja kopi (Foto: Imaniadesain)

KEBERADAAN meja kopi  (coffee table)  amat penting dalam hunian. Tak sekadar sebagai tempat meletakkan secangkir kopi atau buku bacaan, meja ini pun mampu menyatukan seluruh anggota keluarga.

 

Meja kopi merupakan produk mebel modern yang berada di pusat rangkaian sofa di ruang keluarga. Fungsinya untuk menyajikan kudapan dan aneka jenis minuman saat anggota keluarga sedang berkumpul. Mungkin, perabot inilah yang menjadi bagian paling diperhatikan di dalam ruang tersebut.

 

Pertama kali meja kopi dibuat di Inggris sekitar abad ke-18. Penggunaannya dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan penempatan sofa yang mulai marak. Sebelumnya, meja dan kursi selayaknya meja makan lebih populer karena adanya kebiasaan minum teh bersama di sore hari. Karena sofa semakin populer dan gaya Jepang sedikit terbawa ke Inggris pada 1870-an, maka tersebarlah meja kopi ke seluruh dunia.

 

Saking terkenal, benda ini dipercaya mampu membuat suasana semakin akrab, sampai- sampai ada idiom “gather round the coffee table“. Dorothy Draper, desainer interior legendaris Amerika Serikat menyebut, ”Semakin berguna meja kopi Anda, maka ruangan Anda akan semakin layak dihuni.” Tak heran, kehadiran meja kopi yang cantik akan menambah daya tarik furnitur ini sebagai pusat perhatian.

 

Namun, seiring perkembangan zaman, bentuk dan model meja kopi semakin beragam. Dengan begitu banyaknya pilihan, memilih meja kopi yang tepat bisa menjadi hal yang membuat kening berkerut. Yang pertama harus Anda perhatikan saat menentukan sebuah meja kopi adalah mempertimbangkan ukuran ruangan, konteks, dan fungsi.

 

“Meja kopi benar-benar sebuah aksesori,” ujar desainer interior yang berbasis di Atlanta, Suzanne Kasler. “Apa pun gayanya, meja kopi harus meningkatkan (daya tarik) ruangan,” lanjutnya, seperti dikutip dari laman Southern Accents.

 

“Meja kopi sempurna jika ukurannya pas dengan ruangan, sesuai dengan fungsi, dan terlihat bagus,” tambah desainer interior dari Dallas, Cathy Kincaid.

 

Jika pengaturan perabot pada ruangan Anda cukup untuk sebuah meja persegi panjang, tapi Anda ingin terlihat sedikit lebih lembut, penggunaan sebuah meja oval adalah alternatif praktis untuk model dengan pinggiran tajam, bentuk geometris. Meja kopi dari kaca dan cermin dapat memberi kilauan ke sebuah ruangan. Secara mengejutkan jenis ini juga fleksibel dan mudah dirawat.Model ini juga terlihat indah untuk kamar dengan desain formal, kasual, tradisional, ataupun modern.

 

“Jika sudah terdapat banyak furnitur, permukaan meja dari kaca dapat memberikan manfaat tanpa membuat ruangan tampak terlalu ramai,” ujar desainer interior asal New Orleans, Gerrie Bremermann.

Jika ruangan Anda bisa menampung lebih dari satu meja kopi, anggota American Society of Interior Designers, Jan Showers, memberikan kiat penataannya.

 

“Anda tentu tidak ingin terlalu banyak menaruh cermin. Lengkapi potongan cermin Anda dengan meja rokok yang terbuat dari bahan berbeda,“ katanya.

 

Aturan lain, lanjut Showers, hindari menempatkan meja dengan cermin langsung di bawah langit-langit yang tersembunyi.

“Jika ada lampu yang terang,taruh sebuah meja kopi yang tidak reflektif, misalnya yang berbahan kulit dan perunggu yang dicor,“ imbuhnya. Jika harus disimpan, sebuah meja dengan rak merupakan cara yang menarik untuk menyimpan dan menampilkan buku-buku serta koleksi barang.

 

“Sebuah meja kaca dengan rak kaca menyediakan banyak area muka tanpa terlihat terlalu besar,” kata Renea Abbott, pemilik Shabby Slips.

Apakah diletakkan berdiri atau di lantai, sebuah peti atau lemari dari kayu adalah cara cerdas untuk menambahkan aksesori musiman atau linen untuk mempercantik sofa.“Jika meja terbuat dari material yang menarik, seperti lucite, logam,batu atau kombinasi, perabot ini bisa menjadi pusat ruangan.“ ungkap Kasler.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini