Rupa-Rupa Atap Hunian

SINDO, Jurnalis · Senin 05 Desember 2011 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2011 12 05 30 538094 QBkwEUKMQM.jpg Atap hunian (Foto: Google)

ATAP merupakan salah satu elemen penting dalam hunian. Desain maupun bahan yang digunakan turut menentukan kenyamanan rumah. Karena itu, perencanaan menyangkut bagian atap perlu dipikirkan secara baik.

Atap adalah bagian dari struktur rumah yang berfungsi melindungi bangunan dari terik matahari, tetesan air hujan, dan memberikan rasa aman bagi penghuni rumah. Dalam dunia rancang bangun, terdapat beberapa model atap yang bisa dijadikan referensi. Seperti atap berbentuk limas, joglo, maupun yang mengambil model rumah di Eropa. Meski demikian, ada baiknya Anda mempertimbangkan dulu beberapa hal tentang atap agar saat membangunnya tidak keliru.

 

Arsitek Denny Setiawan menyebutkan, fungsi utama atap rumah adalah memberikan perlindungan bagi penghuninya, terutama dari panas matahari dan hujan. Karena itu, Anda harus mempertimbangkan model maupun bahan yang bakal digunakan agar tidak keliru dalam menentukan posisinya.

Selain itu, dalam membuat atap, Anda harus memperhatikan sisi keindahannya. Apalagi gaya arsitektur dan desain rumah sangat terlihat mencolok dari bagian atapnya. Oleh karena itu, bagian atap, baik bentuk, bahan, maupun pewarnaannya, mesti disesuaikan dengan desain rumah secara keseluruhan.

 

“Atap merupakan penentu terakhir suatu bangunan rumah. Tampilan rumah yang terlihat indah sangat ditentukan oleh tampilan atap yang pas dan serasi dengan gaya hunian,” kata Denny.

Setelah mengetahui fungsinya, hal kedua yang harus dipertimbangkan adalah penentuan sudut yang pas dan sesuai dengan gaya rumah.Untuk menentukan sudut atap, ada baiknya Anda mempertimbangkan desain atap yang hendak diaplikasikan. Jika Anda ingin mengambil gaya atap yang ada di Eropa, perhatikan titik kemiringannya.

 

“Model atap miring biasanya memberikan sirkulasi udara yang lebih baik daripada atap limas dan joglo yang cenderung berbentuk lancip. Karena itu, model atap berbentuk miring lebih pas diaplikasikan di daerah beriklim panas,” papar Denny.

Selain sudut atap,bahan juga menjadi faktor penentu kenyamanan penghuni yang berada di dalam rumah. Terdapat sejumlah bahan dan jenis yang biasa digunakan dalam membuat atap rumah. Untuk memilih jenis atap, sebaiknya sesuaikan dengan fungsi, desain rumah, dan kondisi keuangan Anda.

Denny menyebutkan, ada beberapa hal yang memengaruhi pemilihan bahan atap, di antaranya anggaran biaya rumah, bentuk atap yang direncanakan, menyesuaikan denah rumah yang akan dibangun, ketersediaan bahan di sekitar lokasi bangunan, kualitas bahan atap, kemudahan dalam pemasangan, dan yang terakhir ketersediaan bahan untuk rangka atap.

 

Bahan yang paling umum digunakan untuk atap adalah genteng. Genteng merupakan material yang paling mudah didapat, mulai genteng berbahan tanah liat, keramik, hingga yang berbahan beton.

 

“Saat ini bahan genteng tidak lagi dari tanah liat saja. Namun, sudah ada juga yang terbuat dari bahan sintetis yang lebih ringan,” sebut Denny.

 

Apalagi genteng saat ini lebih baik dan unggul digunakan sebagai atap bangunan karena dapat meredam panas matahari maupun suara akibat air hujan.

Bentuk atap genteng juga memungkinkan masuknya udara melalui selasela kepingan sehingga menambah sejuk suasana rumah.

 

Selain genteng, asbes juga bisa dipilih menjadi bahan baku untuk atap rumah. Biasanya atap berjenis lembaran ini digunakan lantaran harganya lebih murah dibandingkan harga genteng. Ditambah lagi, pemasangan asbes relatif lebih mudah dan tidak membutuhkan kayu sebagai rangka di bawahnya.

Selain itu, asbes juga lebih tahan lama dan jarang mengalami kerusakan untuk batas waktu yang cukup lama.

 

“Material asbes sebenarnya kurang baik untuk kesehatan, terutama paru-paru. Sebab, serat yang terdapat di dalam asbes cenderung lebih mudah terurai dan beterbangan sehingga bila terhirup, akan berdampak tidak baik bagi kesehatan penghuni rumah,” ujar arsitek Rizky Artando.

Selain asbes, masih ada seng yang biasa digunakan sebagai atap carport. Bahan atap yang satu ini bisa dikatakan sangat murah dibandingkan asbes ataupun genteng dan lebih awet.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini