nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Nyamuk Demam Berdarah, Yuk!

Dwi Afrilianti, Jurnalis · Rabu 14 Desember 2011 15:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 12 14 27 542299 lKDNJ19iwx.jpg Nyamuk berbahaya (Foto: Google)

SELAIN suara kepakan sayapnya yang mengganggu dan gigitannya yang membuat jengkel karena rasa gatal yang ditimbulkannya, beberapa jenis nyamuk juga dikenal sebagai vektor (pembawa) virus yang menyebabkan penyakit berbahaya. Sebut saja nyamuk jenis aedes yang menularkan virus dengue penyebab penyakit demam berdarah lewat gigitannya.
 

Mengenali nyamuk aedes akan memberikan pemahaman bagi Anda untuk menghindari akibat buruk yang dibawanya. Berikut pakar entomologi kesehatan dari IPB, Dr drh Upik Kesumawati Hadi MS mengulasnya untuk Anda.

 

Penyakit demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, berupa gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan. Asal muasal virus ini sendiri masih misteri. Virus ini terdapat di berbagai tempat yang nyaman, bahkan di udara. Manusia bisa mengidap virus ini tanpa menunjukkan gejala sakit. Virus dengue baru menyebabkan penyakit demam berdarah setelah dibawa dan ditularkan nyamuk jenis aedes, yakni aedes aegypti dan aedes albopictus, lewat gigitan langsung ke pembuluh darah. Celakanya, virus ini juga dapat diteruskan nyamuk ke dalam telur-telur yang dihasilkannya (ovarial transmission).

 

Namun untuk virus dapat berkembang dalam tubuh manusia dan mencetus demam berdarah, bergantung pada daya tahan tubuh inang (dalam hal ini manusia yang digigit) dan kadar virus. Penelitian menemukan, pada umumnya butuh lebih dari sekali gigitan dari nyamuk aedes untuk mencetus demam berdarah. Nyamuk aedes yang lebih tua juga berpotensi menularkan virus lebih banyak sehingga lebih berisiko memunculkan demam berdarah.

 

Ciri-ciri nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus memiliki warna belang hitam putih di sekujur tubuh, yang terlihat jelas di bagian punggung. Pada aedes aegypti, corak bintik putih membentuk siku di bagian pinggiran tubuh, sedangkan aedes albopictus memiliki corak bintik putih yang membelah tubuhnya di tengah.

 

Masa aktif

 

Kedua jenis nyamuk ini utamanya aktif di pagi hingga sore hari. Yang bertugas menyedot darah adalah nyamuk betina, usai kawin. Zat dalam darah digunakan nyamuk betina untuk memulai pembiakan. Masa puncak nyamuk menyerang di pagi hari pada pukul 08.00-11.00. Kemudian di sore hari pada pukul 15.00-18.00.

 

Tempat hidup

 

Aedes aegypti suka bertelur di dalam rumah dan menghisap darah makhluk hidup di dalam rumah. Aedes albopictus umumnya bertelur dan berkembang biak di wilayah sekitar luar rumah dan menghisap darah di luar rumah. Keduanya sama-sama suka menempatkan telur-telurnya di air yang jernih. Benih nyamuk biasanya tumbuh menjadi nyamuk dewasa yang lebih kuat pada musim kemarau karena terlatih bertahan di cuaca yang ekstrem. Namun di musim hujan, benih nyamuk akan semakin banyak, seiring banyak terdapat genangan air. Tidak dibutuhkan genangan air yang dalam untuk membuat telur-telur nyamuk berkembang.

 

Yang disukai aedes

 

Nyamuk aedes gemar beristirahat di tempat-tempat yang lembap, seperti pada gantungan baju-baju Anda dan pepohonan. Warna-warna gelap seperti hitam dan biru juga lebih disukainya. Bau keringat Anda akan menariknya datang dan menghisap darah. Semakin pekat bau keringat, maka aedes akan lebih tajam mengendus keberadaan Anda.

 

Yang tidak disukai aedes

 

Benih nyamuk tidak akan dapat bertahan di lingkungan kering atau tanpa air. Bau-bauan tertentu juga bisa membuatnya pergi jauh, seperti bau bunga lavender, tanaman zodiac, rosemarry, dan sere wangi.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini