nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diare Penyebab Utama Kematian Bayi & Anak di Aceh

Salman Mardira, Jurnalis · Senin 26 Desember 2011 14:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 12 26 27 547332 tFJRsKMWs8.jpg (Foto: gettyimages)

TUJUH tahun lalu, masyarakat Nangroe Aceh Darussalam (NAD) diterpa musibah gempa bumi dan tsunami. Pemulihan masih terus dilakukan, termasuk bidang kesehatan masyarakat di mana diare masih menjadi penyebab utama kematian bayi dan balita.

Penyakit diare diakui sebagai penyebab utama kematian bayi dan balita di Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Setiap tahun, sekira 42 persen bayi berusia 1-12 bulan dan 25 persen anak-anak usia empat tahun di Provinsi NAD meninggal dunia akibat serangan diare.

"Di Indonesia, termasuk Aceh, diare masih menjadi penyebab utama kematian bayi berusia satu sampai 12 bulan dan anak-anak usia empat tahun," kata Muhammad Yani selaku Kepala Dinas Kesehatan NAD pada acara “Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun Menuju Aceh Sehat 2015” di Stadion Dimurthala, Lampinueng, Banda Aceh, Minggu (25/12/2011).

Yani mengutip data kesehatan 2010 yang menyatakan, bahwa diare merupakan penyakit utama yang menyebabkan kematian di berbagai rumah sakit di Indonesia. "UNICEF dan WHO memerkirakan ada 2,5 miliar kasus diare pada anak balita di dunia setiap tahun," ujarnya.

Bakteri atau virus penyebab munculnya diare sering masuk ke tubuh melalui tangan. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya diare adalah rajin mencuci tangan dengan sabun.

"Mencuci tangan pakai sabun dapat menurunkan angka kesakitan diare dan pelbagai jenis penyakit menular lainnya," sebut Yani.

Untuk mewujudkan Aceh sehat pada 2015 sebagaimana target MDG's, lanjut dia, gerakan cuci tangan pakai sabun adalah langkah paling strategis yang harus dilakukan. Para orangtua diharapkan bisa menanamkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun kepada anak-anaknya.

Gerakan cuci tangan pakai sabun yang digelar dalam rangka Hari Ibu ini melibatkan 1.000 peserta, terdiri dari murid SD/sederajat di Banda Aceh dan para orangtua.

"Cuci tangan pakai sabun juga dapat menghindari kita dari berbagai risiko infeksi dan penyakit, serta berkontribusi secara signifikan terhadap meningkatnya status kesehatan kita semua," tutup Darwati A Gani selaku Ketua Penggerak PKK Aceh pada kesempatan yang sama.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini