Share

Pentingkan Uang, Kuliner di Indonesia Salah Kaprah!

Johan Sompotan, Jurnalis · Minggu 05 Februari 2012 06:55 WIB
https: img.okezone.com content 2012 02 05 299 569675 CFH2Vvt9l3.jpg Salah satu jenis pemahaman kuliner salah kaprah (Foto:Depoklik)

PERTUMBUHAN dunia kuliner dewasa ini maju pesat. Mulai dari kuliner Indonesia hingga kuliner mancanegara sekaligus. Namun, masih banyak pemahaman akan kuliner di Indonesia salah kaprah.

Menurut Chef Juna, masih salah kaprahnya kuliner di Indonesia karena para pemilik restoran hanya mementingkan dirinya sendiri.

"Yang bikin salah ya orang-orang yang ingin sekadar mengambil untung dari jualan makanan. Tidak tahu konsep, yang penting dapat duit. Itu yang paling salah," ucap Chef Juna kepada okezone saat ditemui usai acara Pesona Kuliner JNE di FX, Senayan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Juna menambahkan, dunia kuliner bukan hanya sebatas mencari keuntungan semata. Akan tetapi bagaimana kuliner itu tetap ada di hati para konsumen, terlebih bila menyinggung soal cita rasa.

"Orang yang berbisnis kuliner bukan karena passion, tetapi lebih money oriented," paparnya.

Selain itu, berbicara kuliner bukan hanya memikirkan soal produksi maupun keuntungan. Sebab memasak itu, baginya, adalah sebuah seni.

"Jujur susah ya, untuk memperbaiki sebaiknya ada ikatan dari dunia kuliner yang bisa mengimbau para pengusaha restoran untuk membenarkan yang salah. Jadi kalau berbisnis kuliner, menurut saya memasak seperti seni dan itu enggak boleh diabaikan. Jangan sekadar memproduksi sesuatu hanya untuk keuntungan uang belaka," tutupnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini