Hati-Hati, Orangtua Acuh Bikin Anak Frustasi

K. Wahyu Utami, Jurnalis · Senin 20 Februari 2012 19:59 WIB
https: img.okezone.com content 2012 02 20 196 579248 Y75UegH0lx.jpg Angelina Sondakh (Foto: Heru/Okezone)

PERHATIAN intens dari orangtua menjadi modal penting bagi tumbuh kembang positif buah hati Anda. Jika tidak, perkembangan mereka pun akan terganggu di tengah jalan.
 

Mental anak dan tumbuh kembang yang positif sangat dipengaruhi pola asuh yang diterapkan orangtua. Jika orangtua memerlakukan anaknya dengan perhatian penuh, maka perkembangan anak pun tidak terganggu. Sebaliknya jika ada kekurangan perhatian, maka yang terjadi adalah buah hati pun perkembangannya akan mengalami kendala.

 

Tudingan permintaan cerai dari Angelina Sondakh yang sempat dilontarkan pada almarhum suaminya Adjie Massaid misalnya, yang belakangan ini merebak tentu menjadi salah satu contoh yang dapat mengguncang mental buah hati mereka. Apalagi, Angie (sapaan akrab wanita tersebut) dikatakan kurang memerhatikan kedua anak tirinya, Zahwa dan Aliyah (buah pernikahan Adjie Massaid dengan Reza Artamevia).

 

Terungkapnya berita tersebut di media mau tak mau pun bakal memberikan dampak psikologis yang negatif pada buah hatinya itu.

 

Seto Mulyadi selaku psikologi anak melihat kasus ini bahwa sang anak hanyalah sosok yang menjadi korban semata. Dituturkannya, hal tersebut merupakan bagian dari bentuk kekerasan.

 

“Kekerasaan itu tidak hanya terjadi pada bentuk fisik, namun juga dalam bentuk sifat acuh dan penelantaran memberikan dampak bagi si buah hati,” tuturnya saat berbincang dengan okezone via telepon, Senin (20/2/2012).

 

Kak Seto menjelaskan, dengan terjadinya kekerasan tersebut nantinya tanpa disadari bisa berdampak pada frustasi pada anak yang bersangkutan. Untuk itu, guna menghindari rasa frustasi pada anak, keluarga atau orang terdekat si anak wajib mendampingi sang anak dari perasaan tersebut.

 

“Memberikan rasa aman dan mendengarkan curahan hati anak merupakan tindakan psikologis yang harus dilakukan orangtua agar anak tidak merasa tertekan,” katanya menyarankan. (ind)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini