Kenapa Istri Sulit Orgasme?

K. Wahyu Utami, Jurnalis · Sabtu 24 Maret 2012 17:14 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 24 197 599064 Nvg8Vt0spq.jpg Aksi bercinta tak memuaskan (Foto: Corbis)

MERASAKAN klimaks saat sesi bercinta memang mengasyikkan. Namun nyatanya, tidak semua wanita bisa merasakannya. Apa pasal?
 

Menurut psikolog klinis Seema Hingorany, ketakutan untuk hamul atau terkena penyakit menular seksual dapat mengganggu kesenangan seksual wanita. Gangguan orgasmik wanita adalah kelainan seksual yang cukup umum memengaruhi cara wanita mencapai klimaks selama aktivitas seksual.

 

Wanita memang tidak dapat mengalami orgasme meskipun gairah seksualnya cukup. Karenanya, lakukan aksi seks yang nyaman dan hindari stress karena bisa menurunkan testosteron. Dalam sesi bercinta, wanita harus belajar memberi dan menerima rangsangan, plus meraih kepuasaan seks saat berhubungan intim dengan pasangannya.

 

“Karena beberapa wanita tidak nyaman mendiskusikan dan mengeksplorasi teknik-teknik seksual yang mungkin membawa atau mengintensifkan orgasme. Banyak wanita tidak melihat seks sebagai bagian normal dan menyenangkan dari sebuah hubungan. Mereka sering mengaitkan hubungan seks dengan rasa malu, rasa bersalah, atau takut," kata Seema, seperti dilansir Times of India.

Pakar seks senior Dr Rajan B Bhonsle menambahkan, bahwa ketidakmampuan untuk mencapai orgasme adalah sangat umum dialami wanita.

 

“Itu berkaitan dengan penolakan diri sendiri terhadap aktivitas seksualitas, atau sebagai akibat dari pendidikan moralistik. Kadang-kadang, ada masalah fisik yang mencegah wanita mencapai orgasme. Dengan proses belajar bersama pasangan, wanita bisa meraih orgasme,” jelas Dr Bhonsle.

Orgasme

 

Wanita juga dapat menikmati orgasme berkali-kali karena tidak perlu waktu lama menyiapkan energi untuk berhubungan seks. Namun yang sering terjadi lantaran melihat aksi bintang panas yang bisa menikmati puncak kenikmatan berkali-kali, wanita pun berpikir bisa mengalami hal yang sama.

 

Disfungsi seksual

"Female Sexual Arousal Disorder” (FSAD) ditandai dengan kurangnya hasrat seksual, penurunan libido dan kurangnya lubrikasi, menyebabkan hubungan sulit, menyakitkan, atau ketidakmampuan untuk klimaks.

 

“Gejala-gejala ini bisa menghalangi wanita mendapatkan kepuasan seks," ujar Dr Bhonsle.

Psikolog klinis Dr Kanan Khatau Chikhal menyarankan, bahwa pasangan tak sekadar melakukan terapi seks, tetapi juga harus berinisiatif lebih intim.  

 

”Wanita tidak masalah memberitahukan apa yang harus dilakukan pasangannya agar dirinya mudah terangsang. Latihan kegel bisa menjadi salah satu solusi,” sarannya.  

 

Pengobatan

 

Seorang terapis akan menanyakan soal masa lalu dan mendorong Anda untuk akrab dengan bagian-bagian tubuh dan apa yang menyenangkan Anda secara seksual. Buku dan video merupakan referensi yang sering kali membantu. Selain itu, teknik bercinta tertentu sering berhasil membantu wanita belajar bagaimana mendapatkan orgasme. Namun terpenting, tidak ada cara tepat meraih kenikmatan seks dengan menyesuaikan gaya bercinta pasangan.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini