Sembilan Hal Terlarang Diungkap pada Suami

Gita Ramadhian, Jurnalis · Selasa 03 April 2012 00:24 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 02 196 604412 m7hoVyuiaj.jpg Jaga komunikasi dengan pasangan (Foto: Corbis)

MESKIPUN pasangan sendiri, Anda perlu menjaga hatinya dari hal-hal yang tidak sepantasnya diutarakan. Simak contekannya ini.
 

Kelanggengan hubungan tak serta merta berasal dari keharmonisan yang terjalin antara pasangan suami dan istri di tempat tidur. Di luar itu, Anda pun perlu menjaga komunikasi dengan pernyataan positif saat berbincang dengan pasangan. Khusus wanita, dalam  hal ini sebaiknya senantiasa menjaga obrolan dengan suami dengan tidak mengatakan hal-hal yang menyakitkan.

 

Hindari hal-hal berikut pada suami seperti dipaparkan Judy Ford, psikiater dan pengarang “Every day Love”, seperti dilansir Times of India.

 

- "Ya, saya sudah orgasme"

 

- Pernyataan kedua yang jangan pernah Anda ucapkan adalah, "Kamu sudah seperti ayahmu". Ini adalah ungkapan yang jahat dan meremehkan, kata Ford.

 

- Pernyataan selanjutnya terdengar sangat biasa, "Kapan kamu dapat pekerjaan baru?"

 

- Pernyataan menyakitkan nomor empat adalah, "Ibuku telah memeringatkan, kamu pasti akan melakukan ini!"

 

- Hal kelima adalah, "Tinggalkan saja, biar kulakukan sendiri!" . Tidak berarti ketika dia melakukannya dengan cara yang berbeda, Anda menganggapnya sebuah kesalahan.

 

- Pernyataan keenam yang dapat menghancurkan hati adalah, “Kamu selalu..." atau "Kamu tidak pernah...”

 

- Pernyataan ketujuh yang dapat memicu sesuatu yang serius adalah, "Apa kamu benar-benar berpikir celana itu bagus kamu pakai?" Dengan mengatakan ini, Anda menghina penampilannya tanpa menunjukkan perhatian pada kesehatannya, kata Ford.

 

- "Ugh, apa kita akan berkumpul dengan mereka lagi?" Hal ini menunjukkan Anda menghina teman-teman pilihannya.

 

- Hal yang terakhir adalah, "Tolong jaga anak-anak, tapi jangan lakukan ini, bawa mereka ke sini, jangan lupa ini dan sebagainya.” Ini hanyalah pernyataan yang menjengkelkan suami. Jadi biarkan dirinya menjadi ayah sesuai keinginannya tanpa perlu diperintah-perintah sesuai keinginan Anda. (ind)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini