Share

Duh, Pamer Liburan dengan Kartu Pos Kini Basi

Fitri Yulianti, Okezone · Sabtu 09 Juni 2012 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 09 407 644312 94pq7fr3RP.jpg Kartu pos liburan (Foto: dailymail)

SUDAH menjadi ritual usai berlibur; mengirimkan kartu pos bergambar pemandangan indah destinasi wisata yang kita tuju, kepada sahabat dan keluarga. Kita seolah ingin mengatakan bahwa "semoga kamu bisa ke sini" kepada penerima kartu pos.

Namun kini, ritual tersebut sudah sirna oleh kehadiran situs jejaring sosial. Banyak foto dan kata-kata bisa dituliskan dengan satu kali aktivitas mengunggah di Facebook, Twitter, dan sebagainya. Kartu pos kini menjadi basi.

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Penelitian oleh Mintel menemukan bahwa 40 tahun lalu, sekira sepertiga warga Inggris membeli kartu pos di tempat tujuan liburannya. Kini, hanya tiga persen yang masih melakukannya. Semua terganti oleh pesan teks, tweet, atau menggunggah foto di Facebook.

"Wisatawan muda Inggris pasti tidak pernah merasakan pengalaman asyiknya mengirimkan ataupun menerima kartu pos bergambar objek wisata, yang membuat kita saling dekat. Di era sosial media kini, mereka tidak bisa merasakan betapa aktivitas bepergian juga pengalaman yang mendekatkan kita dengan orang lain," kata Alexandra Richmon, analisis Mintel, seperti dilansir Dailymail, Sabtu (9/6/2012).

Perkembangan teknologi mendorong kita untuk mengirimkan pesan teks, memajang foto lewat ponsel, dan mengirimkan email untuk menginformasikan kepada teman dan keluarga tentang pengalaman liburan kita. Kita juga semakin sering berlibur, alasan yang menjadikan aktivitas mengirimkan kartu pos semakin berkurang.

"Kini lebih mudah untuk memajang gambar di Twitter, memasang status baru di Facebook atau mengirimkan pesan untuk membuat orang lain melihat kegiatan liburan kita. Kita seperti tidak sabar daripada menunggu sekian pekan untuk mengirimkan kartu pos berisi ucapan 'wish you were here' (semoga kamu bisa ke sini-red)," tambahnya.

Dia menegaskan, kesehatan, kenyamanan, dan pola bepergian telah menjadi penyebab utama perubahan kebiasaan tersebut selama lebih dari 40 tahun belakangan. Faktor-faktor tersebut, katanya, mengubah gaya hidup dan kebiasaan, seperti menulis dan mengirimkan kartu pos. Pasalnya, penelitian tersebut juga menemukan bahwa pembelian alat-alat menulis mengalami penurunan, dari awalnya 18 persen pada 1972 menjadi kini hanya 5 persen.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini