Pola Hidup Sehat Ampuh Tangkis Penuaan Dini

Gita Ramadian, Jurnalis · Minggu 10 Juni 2012 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 10 195 644595 w3CeyZpEg5.jpg Wanita khawatirkan penuaan dini (Foto: Corbis)

PENUAAN merupakan gejala alami yang menghampiri setiap orang. Perbedaannya, setiap orang memiliki waktu berbeda ketika menghadapi penuaan. Ada yang mendapatinya lebih cepat dan ada pula yang lebih lama dari usia seharusnya.

Pertambahan usia merupakan sesuatu yang tak dapat dicegah. Meski demikian, pekerjaan rumah yang sering dikhawatirkan yakni kehadiran penuaan. Untuk urusan yang terakhir, setiap orang kerap mengkhawatirkannya. Namun, Anda tak perlu takut menghadapinya mengingat gejala tersebut sebenarnya dapat diperlambat. Caranya, menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang menunjang metabolisme tubuh berjalan dengan baik menjadi solusinya.

Anda perlu mengingat bahwa seiring dengan pertambahan usia, kinerja tubuh pun semakin berkurang. Sementara berbagai penyakit dan gangguan kesehatan mengancam kita setiap hari. Untuk itu, fisik yang sehat dengan ditunjang asupan bergizi menjadi kuncinya.

“Usia puncak pada manusia ialah 25 tahun. Setelah itu, kinerja tubuh akan mulai menurun sedikit demi sedikit,” ujar Dr Deby Vinski pada Okezone saat peluncuran buku pertamanya yang berjudul Perfect Beauty Anti-Aging, di FAB Cafe Grand Indonesia, Sabtu 9 Juni 2012.

Guna menekan laju penuaan dini yang sering ditakuti banyak orang, terutama wanita, Dr Deby menyarankan untuk membiasakan diri menjaga kesehatan dan pola hidup yang baik sejak usia muda.  Faktor pemilihan makanan juga sangat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Apalagi, setiap manusia memiliki usia biologis yang berbeda-beda.

Ayu Arman, selaku editor dari buku ini pun memberi kesaksian bahwa sebelumnya ia tidak tahu kalau dirinya memiliki banyak gangguan kesehatan.

“Meski tubuh saya tidak gemuk, ternyata kolesterol saya sangat tinggi. Dan yang mencengangkan, di usia saya yang masih 33 tahun, usia biologis saya sebenarnya 55 tahun,” ungkapnya pada kesempatan yang sama.

Dr Deby pun membagi pengalaman serupa seputar anti aging. Diakuinya, buku yang diluncurkannya tersebut terinspirasi dari kondisi sang ayah yang sempat mengalami stroke. Ia kemudian mendalami ilmu anti aging hingga ke Prancis. Akhirnya, dengan melakukan peremajaan pada sel-sel tubuh, kini ayahnya berhasil pulih dan dapat beraktivitas kembali. (ind)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini