Cara-Cara Ini Bikin Pernikahan Lebih Hidup (II-Habis)

Restika Ayu Prasasty, Jurnalis · Rabu 27 Juni 2012 19:27 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 27 196 654836 Dwlpl0J4rI.jpg Pasangan bahagia (Foto: Corbis)

SEIRING perjalanan waktu, kebosanan dalam hubungan menjadi ancaman bagi pernikahan. Namun dengan sejumlah perubahan kecil, masalah tersebut pun dapat dilewati.

Siapa yang tak ingin pernikahannya langgeng? Tentu semua pasangan menginginkannya. Hal ini tentu bukan perkara mudah untuk diwujudkan mengingat sejumlah cobaan menghampiri pernikahan Anda, termasuk di antaranya ujian kejenuhan hubungan. Jika Anda mengalaminya, segera lakukan tindakan berikut ini, seperti dilansir Womansday.

Melakukan perubahan kecil

Memperlambat rutinitas pagi Anda dengan hanya memerhatikan apa yang pasangan kenakan dapat membantu menghidupkan pernikahan Anda. Perubahan perilaku kecil ini membuat otak Anda mengubah kecepatan. Anda mulai memperhatikan pasangan, perilakunya, kebiasaannya, dan hidupnya.

Luangkan waktu berbicara dengan pasangan

Kedengarannya begitu mendasar, tapi kadang-kadang jika sudah sibuk dan lelah, Anda bisa tidak mengobrol dengan pasangan sama sekali. Luangkan waktu minimal 10 menit setiap hari, bicara tentang hal apa saja dengan pasangan, tapi jangan membicarakan pekerjaan. Jika Anda tidak tahu harus memulai dari mana, mulailah dengan sesuatu yang Anda lihat hari ini atau sesuatu yang dipikirkan.

Mengembalikan rasa senang atau bahagia

“Tambahkan dimensi baru untuk pernikahan Anda, ubah sesuatu, tambahkan, dan lakukan petualangan baru,” kata konselor pernikahan Dr. Scott Haltzman, MD. Lakukan hal-hal yang tidak pernah Anda dan pasangan lakukan, satu atau dua kali dalam sebulan. “Atau lakukan hal-hal yang Anda dan pasangan sering lakukan ketika masih berpacaran, seperti membeli bunga, kencan hanya berdua, dan lain-lain,” lanjutnya.

Bertindaklah seperti orang yang menikah dan setia pada pernikahan

“Orang berpikir jika mereka tidak bahagia, ada masalah dalam pernikahan mereka, 80 persen individu mempertimbangkan perceraian pada suatu waktu,” kata Dr Haltzman. Ada sedikit perbedaan, katanya, antara pasangan yang bercerai dan mereka yang bertahan. “Perbedaannya ialah orang-orang yang tetap bertahan telah melewati masalah dan bergerak maju, mereka jadi lebih dekat karena merasa telah melewati masalah secara bersama-sama.” (ind)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini