Kebab Daging Domba Autentik

SINDO, Jurnalis · Senin 23 Juli 2012 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 23 299 666937 po80dQW0SW.jpg (Foto:Blogspot)

Anda penyuka makanan Arabian? Bila penasaran, Anda bisa mencoba berbagai menu andalan, antara lain kebab. Makanan ini sudah familier di tengah masyarakat Asia Tenggara. Sensasi lezat hidangan ini juga semakin disukai di Tanah Pasundan, khususnya Kota Bandung.

Kebab merupakan menu racikan yang kerap dijumpai di negara-negara Timur Tengah. Makanan ini sebenarnya sebutan untuk hidangan daging yang diolah dengan cara ditusuk dengan menggunakan besi, juga sebuah batang yang kemudian dipanggang. Biasanya olahan yang ditusuk ini adalah daging. Orang Timur Tengah biasanya mendaulat daging domba sebagai bahan baku utama. Boleh dibilang, jarang sekali warga Timur Tengah yang menyantap kebab daging sapi atau ayam.

Namun, daging sapi atau ayam digunakan untuk mereka yang tidak menyukai daging domba. “Kebab ada beberapa jenis, mulai daging yang dibungkus roti mirip tortilla bersama salad, ada juga yang disajikan menyerupai sate dengan menggunakan roti kobus, seperti yang terdapat di The Food Opera Resto,” kata Benni Ahmad, Corporate Chef The Food Opera. Tempat makan yang menyajikan hidangan ala Timur Tengah ini ada di kawasan Dago. Menariknya, Anda dapat menjumpai kebab yang diadaptasi dari kuliner asal Turki.

Cara pengolahannya didapuk dari daging domba yang dicincang, dicampur dengan herbal, seasoning, minyak samin,dan dibentuk seperti sate. Setelah itu, baru dibakar hingga matang. Dalam satu porsi kebab biasanya setiap tempat menyajikan tiga tusuk daging domba dengan dua buah roti kobus, tumisan bawang bombai, kismis, kacang mede, dan salad. Salad yang dibuat ini terdiri atas mentimun, wortel, tomat, dan nanas.

Hasilnya, kebab turki memiliki cita rasa yang kaya. Sekali pun menggunakan daging domba,namun aroma domba yang biasanya masih menempel pada daging, tidak terasa setelah diolah. “Ditambah dengan sentuhan rasa pedas dari campuran merica, herbal dalam daging domba yang empuk, membuat rasanya semakin lezat. Rahasia daging domba yang tidak bau adalah karena kami menggunakan daging domba muda yang usianya baru tiga bulan,” kata Benni. Selain itu, daging domba muda memiliki tekstur yang lebih lembut ketimbang domba yang usianya empat bulan ke atas.

Hal yang paling utama, domba muda tidak akan memengaruhi kadar kolesterol tubuh. “Bukan hanya kebab, tapi hampir semua hidangan yang disajikan bersama daging domba di sini menggunakan domba muda,” ujar dia. Santapan khas Timur Tengah yang lain adalah nasi mandhi. Olahannya identik dengan makan bersama atau botram. Biasanya makanan dihadirkan dalam porsi besar dalam nampan dan disantap ramairamai sampai habis.

Tak seperti nasi ala Indonesia, nasi mandhi khas Arab mendapuk jenis beras yang ukurannya panjang. Rasanya pun lebih crunchy. Satu nampan nasi mandhi juga bisa dinikmati dengan tambahan daging domba atau kambing serta ayam yang sudah dilumuri rempah khas Timur Tengah. Nasi mandhi berasal dari Hadramaut, Yaman. Hidangan ini begitu termasyhur di seluruh negara Arab. Sesuai genre aslinya, ada beberapa versi cara membuat nasi mandhi. Komposisi aslinya mendapuk bahan dada ayam tanpa tulang, beras basmati yang biasanya berwarna putih atau kuning, bumbu mandhi, jeruk lemon kering, serta minyak zaitun.

“Nasi mandhi juga memiliki beberapa versi sesuai negara aslinya. Namun, kami menampilkan jenis yang lebih umum mewakili khas Arab dan rasanya kental dengan rempah orisinal. Satu hal yang tidak boleh terlewatkan, nasi ini wajib dinikmati bersama-sama supaya lebih seru,” kata dia. Semua hidangan khas Timur Tengah itu harganya cukup kompetitif. Untuk satu porsi makanan,Anda hanya perlu mengeluarkan dana Rp50.000

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini