Ukuran Mr P, Fantasi Seksual Wanita Capai Orgasme

K. Wahyu Utami, Jurnalis · Selasa 04 September 2012 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 03 197 684556 GMvAOoCHK2.jpg Intim di ranjang (Foto: Corbis)

UKURAN Mr P mempunyai ruang khusus di dalam pikiran seorang wanita, tetapi hal itu hanya datang pada saat orgasme wanita. Ukuran Mr P itu sendiri digunakan bukan pada saat durasi foreplay, melainkan untuk meningkatkan kemungkinan memenuhi fantasi seksual wanita.

Seperti yang dilansir Mid Day, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Stuart Brody dari Universitas West of Scotland, memfokuskan pada sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap keteraturan orgasme Miss V. Para peneliti menggambarkan orgasme Miss V sebagai orgasme yang dihasilkan hanya dari gerakan Mr P di daerah Miss V wanita tanpa stimulasi tambahan.

Boffins menemukan bahwa faktor-faktor seperti ukuran panjang Mr P, durasi hubungan seksual, kemampuan untuk fokus pada sensasi mental Miss V, minus durasi foreplay, dan meningkatkan kemungkinan orgasme.

"Mengingat Miss V memiliki kepadatan tinggi saraf menyeluruh, stimulasi yang lebih menyeluruh berasal dari panjang penuhnya Miss V tersebut, mungkin menghasilkan pengalaman yang lebih memuaskan," dikutip ABC Science.

Tetapi beberapa peneliti Australia dan praktisi telah melihat keraguan atas metodologi dan motivasi di balik penelitian tersebut. Dr Gemma O’Brien, seorang ahli ilmu faal reproduksi dari University of New England di Armidale mengatakan, "Pelaporan diri memerlukan perlakuan yang sangat hati-hati. Hal ini datang ke persepsi dan yang memperkenalkan kelemahan dalam studi tersebut."

Dr.Vivienne Cass, seorang profesor di Curtin University of Technology, Perth dan penulis The Orgasm Elusive, juga mempertanyakan motivasi dari penelitian yang diberikan Miss V dalam orgasme dimana secara signifikan lebih besar dari klitoris.

 

Associate Professor Rosemary Coates, juga dari Curtin University of Technology dan presiden dari Asosiasi Dunia untuk Kesehatan Seksual, mengatakan "Beberapa bentuk rangsangan klitoris hampir selalu diperlukan untuk memicu orgasme." (ina)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini