nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suntik Vitamin C di Salon Kecantikan, Salah?

Niken Anggun Nurani, Jurnalis · Sabtu 08 September 2012 14:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 09 08 486 687002 hY4NeLvELH.jpg Suntik vitamin C (Foto: Corbis)

MENJAMURNYA produk perawatan wajah memang memberikan masyarakat banyak variasi untuk memilih produk yang dianggap tepat untuk kondisi wajahnya. Namun jangan mudah tergiur dengan produk-produk yang menjanjikan cantik instan. Jika salah indikasi, wajah Anda bisa jadi korbannya.

 

Merawat dan menjaga kesehatan wajah menjadi satu kewajiban bagi setiap orang, khususnya para wanita. Cara untuk menjaga kesehatan wajah tentu dengan memberikan nutrisi yang baik, seperti pemakaian sunblock, atau pelembab wajah.

 

Namun, pemakaian produk tertentu kadang dirasa kurang cukup untuk membuat wajah tampil lebih cantik. Dr Lalan Melia Dipl.CIDESCO, seorang ahli estetika menjelaskan, jika sebuah produk cocok dengan seseorang belum tentu cocok juga bagi orang lain.

 

"Produk yang dijual secara masal memang cocok untuk beberapa orang, namun ada juga yang sensitif kulit wajahnya. Nah, ini justru bisa menjadi lebih buruk. Jadi, kecocokan sebuah kosmetik tidak bisa dipukul rata sama untuk semua jenis kulit," ungkapnya saat ditemui Okezone secara eksklusif di Klinik L'Melia, Jalan Cempaka Putih Tengah XXX No. 5D, Jakarta Pusat, Jumat, 7 September 2012.

 

Produk seperti suntik vitamin C atau suntik pemutih wajah yang ditawarkan di salon-salon kecantikan juga patut Anda waspadai. Pasalnya, salon kecantikan kadang tidak memiliki tenaga atau dokter yang memang ahli di bidangnya.

 

"Vitamin C memang memiliki efek yang baik untuk kesehatan, karena dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Namun efeknya pada kecantikan kurang begitu maksimal. Suntik vitamin C bukan untuk memutihkan, melainkan untuk membuat wajah menjadi lebih segar saja," ujar dr Lalan.

 

Penggunaan produk kecantikan harus sesuai dengan kondisi wajah dan kesehatannya. Jangan mudah dan terpengaruh oleh penawaran yang diberikan, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan indikasi yang tepat.

 

“Yang berhak untuk memberikan suntikan adalah dokter. Karena dokter memiliki tanggungjawab moral terhadap pasiennya. Dokter akan memberikan solusi sesuai dengan indikasi. Idealisnya seperti itu. Jadi tidak mengikuti apa mau pasien seperti yang dilakukan di salon-salon kecantikan yang tidak memiliki tenaga ahli. Kalau memberikan pengobatan asal-asalan, hasilnya justru tidak akan baik,” tuturnya. (ina)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini