Yayasan Batik Indonesia Sayangkan Serbuan Batik China

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis · Kamis 13 September 2012 20:18 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 13 29 689582 k6v54o7QLY.jpg Pengrajin batik asal Kudus (Foto: Fika/Okezone)

GENCARNYA serbuan tekstil China yang masuk ke Indonesia ternyata membawa dampak yang signifikan terhadap industri batik lokal. Pasalnya, negara yang menjadi lokasi perhelatan Miss World 2012 ini mampu menghasilkan batik yang sama dengan produksi lokal, namun dengan harga jauh lebih murah.

 

Maka tak heran jika pangsa pasar batik lokal pun juga mengalami penurunan. Hal ini pun tentu membawa satu keprihatinan pada Yayasan Batik Indonesia (YBI).

 

“Itu suatu pukulan besar bagi kami. Sebenarnya kami ini tidak melarang tekstil motif batik, karena biar bagimanapun itu masih diperlukan oleh masyarakat bawah yang tidak kuat membeli batik tulis atau cap, tapi masih ingin pakai batik,” tutur Justin Kartasamita, Ketua YBI saat wawancara eksklusif dengan Okezone usai acara Djarum Apresiasi Budaya Pelestarian Batik Kudus di Galeri Batik, Kudus, Jawa Tengah, belum lama ini.

 

Tak hanya itu, Justin juga sangat menyayangkan peranan dari pemerintah yang dirasa tidak maksimal dalam memerangi serbuan batik China. Sebab, pemerintah menganggap dilema dengan imbas globalisasi saat ini.

 

“Saya sangat menyayangkan sekali karena Departemen Perdagangan belum bisa melakukan dengan maksimal, karena tidak bisa melarang adanya barang-barang yang masuk akibat globalisasi,” terangnya.

 

Kendati begitu, Justin meminta para perajin batik tetap melakukan inovasi lainnya, seperti mendesain motif baru maupun dalam penggunaan kainnya. Dengan demikian, langkah tersebut diharapkan mampu memberi daya tarik tersendiri bagi konsumen lokal.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini