Hadapi Masa Pensiun, Foke Butuh Dukungan Keluarga

Gita Ramadian, Jurnalis · Jum'at 21 September 2012 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 21 198 693469 XlN9eoeBMl.jpg Fauzi Bowo (Foto: Heru/Okezone)

HARAPAN Fauzi Bowo (Foke) untuk kembali menjadi DKI 1 pupus sudah. Kini jelang masa pensiun, dukungan keluarga akan menjadi begitu berharga.

 

Hasil perhitungan sementara Pemilukada DKI Jakarta 2012 menyatakan Cagub dan Cawagub, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) unggul dari Foke- Nachrowi Ramli (Nara). Bila hal ini benar, maka Fauzi Bowo yang kini telah berusia 64 tahun, sedianya mempersiapkan diri dalam menghadapi masa pensiun.

 

“Pada usia 60-an, individu masuk pada tahap retirement (pensiun), di mana dia berpisah secara resmi dari karier dan pekerjaannya,” tutur tutur Fredrick Dermawan Purba M. Psi lewat e-mail yang diterima Okezone, Jumat (21/9/2012).

 

Menurut Psikolog dan Dosen Muda Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Bandung ini, peran serta keluarga maupun orang-orang terdekat lainnya pada seorang yang akan atau sedang memasuki masa pensiun ini sangatlah penting.

 

“Bekerja merupakan sumber yang besar untuk mendapatkan dukungan sosial, terutama saat orang mulai menua,” kata psikolog yang akrab disapa Bang Jeki ini.

 

Pada masa pensiun, kualitas pertemanan dan dukungan jauh lebih penting dari sekadar kuantitas.

 

“Karenanya keluarga dan teman-teman terdekat perlu menemani, menstimulasi, dan memberi dukungan pada sang pensiunan. Mereka juga perlu membantu sang pensiunan untuk menemukan teman-teman maupun lingkungan pergaulan baru agar menambah dukungan sosial yang diterimanya,” jelasnya.

 

Berikut ini, psikolog yang disebut Bang Jeki menjelaskan bentuk dukungan lain yang dapat diberikan pada keluarga yang tengah memasuki usia pensiun.

Sumber informasi

 

“Jadilah sumber informasi, membantu sang pensiunan mengembangkan keberhargaan dirinya, membantunya bersenang-senang, bahagia, dan sejahtera,” katanya. Tetap libatkan pensiunan dalam kegiatan keluarga, pengambilan keputusan yang terkait dengan keluarga besar maupun lingkungan sekitar.

 

Berikan kendali

 

Keluarga sedianya dapat memberikan kontrol pada sang pensiunan terkait aspek-aspek tertentu kehidupan bersama keluarganya. “Berilah tugas dan tanggungjawab khusus yang dapat dia lakukan dengan baik. Hal ini untuk mengembangkan keberhargaan diri sang pensiunan,” kata Bang Jeki.

Menjaga kesehatannya

 

Menurut Bang Jeki, pihak keluarga sedianya dapat membantu menangani masalah  kesehatan fisik dan emosional, yang umumnya muncul pada masa-masa awal pensiun. Menjaganya saat dia sakit, menangani keluhan-keluhan yang sering dimunculkan, menjaga pola makan dan olahraga, dan lain-lain.

Kedekatan dengan keluarga

 

Saat sebelumnya bekerja, seseorang mungkin banyak melewatkan kesempatan untuk berkumpul bersama keluarganya. “Mengunjungi secara teratur dan membawa sang cucu umumnya sangat membantu pensiunan untuk mendapatkan kebahagiaannya selama masa pensiun,” kata pria berkacamata ini.

Berikan apresiasi

 

Tunjukkan apresiasi dengan menunjukkan apa yang berhasil dia perbuat untuk keluarganya, orang lain sekitarnya, bangsa dan negara. Mendapatkan kesadaran bahwa dia telah menjalani suatu “perang yang bagus” sepanjang hidup, dan membawa hal-hal positif pada orang lain akan menjadi sumber kesehatan mental bagi sang pensiunan. Jangan menyoroti kegagalannya, tapi pada keberhasilannya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini