Fashion Week Tidak Memaksimalkan Desainer

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis · Senin 24 September 2012 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 24 29 694476 IKXJJQILaj.jpg Sjamsidar Isa dalam IPMI Trend Show 2013 (Foto: Gita/Okezone)

KEBERADAAN fashion week di Indonesia kini telah menjadi fenomena tersendiri. Tak jarang, hal ini seolah menjadi satu kompetisi yang diselenggarakan oleh pihak tertentu untuk menarik simpati pengunjung.

 

Padahal, di sebuah negara yang notabene industri fesyennya sudah maju, ajang fashion week hanya digelar untuk memamerkan koleksi terbaru pada setiap musimnya. Namun, ini berbeda dengan yang ada di Indonesia. Pasalnya, tak ada aturan pasti bagaimana seharusnya ajang tersebut digelar. Tak ayal, jika Indonesia pun mendapat predikat sebagai negara yang paling banyak mengadakan fashion week.

 

“Dulu saya selalu bilang kenapa enggak dijadikan satu? Fesyen week banyak karena mereka punya ego masing-masing. Semua pengin cari portofolio,”ujar Sjamsidar Isa Ketua Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), saat berbincang dengan Okezone secara eksklusif di Energy Building, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, belum lama ini.

 

Kendati begitu, ajang tersebut nyatanya juga belum dapat memberikan dampak yang positif. Menurut wanita yang biasa disapa Tjammy ini, fashion week yang ada seolah tidak bisa memaksimalkan karya para desainer.

”Setiap ada fashion week, maunya koleksi beda. Kalau tidak ikut, nanti timbul pertanyaan, sementara dalam satu tahun berapa even yang harus kita ikutin kan,” keluhnya.

 

Hal ini pastiya berbeda dengan yang terjadi di luar negeri. Para desainer yang berpartisipasi dalam sebuah ajang Fashion Week dimanapun mereka ikuti, tentunya tidak akan merubah koleksi yang ada sebelumnya.

 

”Kalau di luar negeri, misalnya Yves Saint Laurent sudah mengeluarkan koleksi musim terbaru, nantinya mau dimanapun mereka ikut, yang dikeluarin yah koleksi itu juga,” terangnya.

 

Lebih lanjut wanita yang biasa disapa Tjammy ini menuturkan, Fashion Week seharusnya bisa diselenggarakan dengan orang yang paham akan dunia ini. Namun, jika ada beberapa pihak yang ingin menggelar sebuah acara fesyen, bukan berarti itu bisa disebut sebagai fashion week.

 

“Mestinya Fashion Week hanya ada satu di Indonesia, mungkin dibuat satu badan tapi kalau misalnya IPMI mau mengeluarkan tren atau APPMI punya standar juga tidak masalah, karena itu dari organisasi,” tutupnya. (ina)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini