Romantisme dalam Busana Pengantin Angie Blaire

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis · Kamis 04 Oktober 2012 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 04 29 699063 9qtzOHXYrV.jpg Koleksi bridal Angie Blaire (Foto: Katon/Okezone)

SEBUAH pernikahan yang dibalut dengan nuansa romantisme memang selalu ditunggu oleh setiap pasangan. Berbekal inilah, House of Blaire merilis sebuah koleksi rangkaian busana pengantin sebagai lini busana terbarunya.
 

Angie Blaire, wanita di balik rumah mode yang berkonsep fashion hub itu, terbilang sukses memperkenalkan koleksi terbaru untuk lini bridal pada pembukaan butik barunya tersebut. Berbeda dengan sebelumnya, rancangan Angie kali ini sangat kental dengan cerita romansa yang berhasil ditumpahkan pada setiap detail busana.

 

Menurut wanita kelahiran 13 Februari 1982 ini, momen pernikahan tak selamanya dihadirkan dalam kemegahan. Namun, nuansa romantisme yang ada justru mampu memberikan kesan yang berbeda.

”Aku memang bikin baju yang bisa memberi kesan romantis, walaupun detailnya enggak mewah, tapi yang pakai baju itu punya perasaan double pas hari H,” tuturnya saat berbincang eksklusif dengan Okezone di House of Blaire, kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Menurut wanita cantik ini, penerapan cutting dan siluet berbeda juga memberi kesan romantisme yang ada. Sedangkan kerudung atau veil yang didesain dengan cantik juga menjadi pelengkap dari busana tersebut.

 

Cutting-nya memang klasik dan lebih banyak off shoulder, simpel, enggak perlu berlapis-lapis tapi ada dramanya juga, dan siluetnya ada yang ballgown, tapi body concious dan very romantic,” terangnya.

 

Veil-nya memang lebih detoucable, jadi bisa dilepas dan paling panjang hanya empat meter karena orang sekarang inginnya praktis,” imbuhnya.

 

Untuk pemilihan bahan, Angie tetap konsisten menggunakan material terbaik di setiap koleksinya. Meski detail tidak terlalu ditonjolkan, namun semua rangkaian busana pengantin yang dihadirkan mampu memberi kesan elegan pada sang pemakai.

”Bahannya dari siffon silk yang flowy, brokat juga tetap ada karena busana pengantin kalau enggak ada brokat sepertinya masih ada yang kurang,” katanya.

 

“Untuk detail masih tetap ada, aplikasi payet, kristal, tapi memang tidak terlalu mewah sekali, karena yah itu tadi inginnya yang lebih ke romantic dan sweet,” tambahnya.

Sementara dari sisi pewarnaan, Angie juga masih membawa konsep warna klasik pada rancangannya tersebut. Sebab, dia meyakini bahwa sebuah warna tersebut adalah pilihan yang sesuai untuk pengantin wanita.

 

“Kalau dari segi warna memang hampir semuanya off-white, karena itu yang paling bagus di kulit,” tutupnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini