Cara Tepat Bicarakan Seks dengan Pria

Dwi Indah Nurcahyani, Jurnalis · Minggu 10 Februari 2013 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2013 02 08 197 758655 VOnSjL45yC.jpg Intim dengan pasangan (Foto: Google)

MEMBICARAKAN urusan seksual dengan pria membutuhkan waktu dan cara yang pas untuk mengutarakannya. Hal ini penting ditaati agar tak terjadi perseteruan antara Anda dan dia.

Meski dengan pasangan sendiri, pria juga butuh dihargai dan dipahami. Apalagi ketika Anda membicarakan urusan seksual dengannya. Tentu ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar tak ada yang tersinggung atau merasa haknya diabaikan. Agar semuanya berjalan lancar, perhatikan dulu ulasan ini, seperti dilansir Hublord.hubpages.

Memahami pria dan kehidupan seksnya

Pemahaman di titik ini merupakan kunci untuk memertahankan hubungan jangka panjang yang sehat. Jika pria memiliki alasan untuk percaya bahwa dia tidak mendapatkan seks yang cukup dari Anda, jangan terkejut jika suatu saat Anda mendengar timbulnya perselingkuhan. Sebelum hal tersebut menghantui, Anda pun perlu memahami kebutuhan pasangan sehingga agenda seksual dapat saling memenuhi keinginan masing-masing. Karenanya, cobalah sebisa mungkin membicarakan hal terkait seksualitas dengan pasangan dan jangan menganggap canggung masalah tersebut. Selain itu, katakanlah apa yang Anda inginkan juga pada saat yang sama agar satu sama lain bisa saling menyempurnakan.

Memahami pria dan teman-temannya

Pria sering lebih asyik dengan teman-temannya ketimbang dengan pasangannya. Mungkin terdengar sepele, namun hal ini bagi wanita sebenarnya sangatlah mengganggu. Agar Anda dapat mulus melewati hal tersebut, Anda harus berhati-hati menyuarakan pendapat dengan pasangan mengenai hal yang Anda keluhkan karena cara itu merupakan kunci penting untuk memahami pasangan. Pengaruh teman-temannya merupakan hal luar biasa karena mereka kerap menceritakan beberapa hal kepada teman prianya.  Cara cerdas untuk menghadapinya ialah memenangkan bisa berdampingan rapi di antara teman-temannya dan menikmati kebersamaan sesekali dengan mereka. Hal ini jauh lebih bijak ketimbang melarang dia untuk membatasi sosialisasi dengan teman-temannya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini