Image

Dari Dijual di Pasar, Pempek Megaria Kini Sampai ke Belanda

Dewi Yanti, Jurnalis · Kamis 21 Februari 2013, 10:04 WIB
https img.okeinfo.net content 2013 02 21 302 765155 nQMUegAldY.jpg Pempek Megaria (Foto: Dewi/Okezone)

KETENARAN pempek Megaria tidak diragukan lagi. Jam makan siang, pempek ini selalu ramai diserbu pembeli, baik yang telah menjadi langganan ataupun yang penasaran dengan rasanya.

Menurut cerita Dicky, yang telah 10 tahun bekerja dengan pemiliknya, awalnya pempek ini hanya dijajakan secara keliling dengan cara ditenteng oleh Rudianto, pemiliknya asal Palembang pada 1949. Pemiliknya kerap menjajakan pempek buatannya yang telah dibungkus plastik ke pasar-pasar tradisional, di pinggir jalan dan lampu merah. Saking banyaknya peminat pempek buatan Rudianto dan keuntungan yang diperoleh sudah bisa membuka warung, sejak sekitar 25 tahun lalu pempek ini mulai dijual di Kompleks Bioskop Metropole 21/Megaria.

“Kalau saya lihat, sebanyak 30 persen orang yang datang kemari adalah orang baru. Saya biasanya mengenali wajah tamu yang datang, termasuk langganan atau baru,” kata Dicky, Supervisor Store Pempek Megaria, kepada Okezone saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2013).

Ketenarannya juga hingga ke luar negeri. Dicky menceritakan jika beberapa  pelanggannya membeli pempek untuk dijadikan oleh-oleh dibawa ke negaranya kembali, bahkan adapula yang dijual seperti ke Belanda.

“Yang paling jauh itu Yunani, ada yang bawa ke Belgia, Irlandia, Asutralia, dan Singapura. Kalau yang ke Belanda sepertinya mereka ingin jual kembali, katanya untuk warung kecil di sana,” lanjutnya.

Kebanyakan tamu di rumah makan ini selain makan di tempat, mereka juga membawa pulang untuk disantap di lain hari. Untuk yang pesan dalam keadaan telah digoreng, itu kerap terjadi jika ruangan tidak memadai untuk menampung pengunjung.

Menu yang paling digemari di Pempek Megaria adalah pempek kapal selam dan menu Paket Hemat 1 dimana pengunjung bisa memilih 3 jenis pempek berukuran kecil dan 1 minuman teh kemasan. Dari 3 pilihan aneka pempek kecil yang banyak dipilih, adalah pempek kapal selam, pempek adaan, dan pempek kulit.

Menu lainnya selain hidangan pempek yang bisa Anda coba adalah tekwan, rujak mi/mi tahu, pindang patin, otak-otak dan aneka minuman dan es.

Sehari, Pempek Megaria bisa memproduksi seribuan lebih pempek dengan dua kali mendatangkan produksi dari rumah produksinya di Kwitang. Biasanya pempek yang baru dibuat datang saat pagi sekira pukul 11.00. WIB dan sore sekira pukul 17.00 WIB. Menu di sini bisa ludes sekira pukul 20.00 WIB, padahal rumah makan yang buka dari pukul 11.00 WIB ini jadwal tutupnya pukul 21.00 WIB. Meskipun telah tutup, Pempek Megaria masih menerima permintaan pesanan dari pelanggan hingga pukul 24.00 WIB untuk diambil keesokan harinya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini