Kiat Sukses Dian Pelangi Tembus Pasar Timur Tengah & Eropa

Dwi Indah Nurcahyani, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2013 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2013 03 26 29 781760 wrL9KNxeRN.jpg Dian Pelangi (Foto: dok pribadi)

MESKI bukan di negara yang mayoritas berpenduduk muslim, namun Dian Pelangi berhasil mencetak penjualan. Apa rahasianya?

Beda negara, beda pula budaya yang berlaku di negara tersebut. Dian Pelangi pun menjunjung tinggi hal tersebut. Karenanya, dia pun menciptakan rancangan sesuai dengan kebutuhan pasar yang dijajakinya.

 

“Konsep Dian Pelangi memang push & pull market. Jadi, kita push ciri khas desainnya apa, warna-warna apa, modelnya seperti apa, tapi kita juga pull selera pasar apa. Sehingga tidak asal lempar ke pasar dan tidak memikirkan apakah pasar suka atau tidak desain tersebut. Kita memahami seperti apa konsumen di Indonesia, sukanya baju apa, bahannya apa dan sebagainya,” tutur Dian Pelangi saat bertandang ke redaksi Okezone di gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

 

Menyoal memenuhi kebutuhan konsumen, Dian memaparkan bahwa hal tersebut tidak hanya berlaku saat di dalam negeri, tapi juga luar negeri.

 

“Misalnya di Timur Tengah, kita juga menyesuaikan apa yang mereka suka dan pakai. Mereka kan tidak pernah menggunakan busana kayak gini, jadi pakainya hitam-hitam, cokelat, abu-abu, dan warna-warna gelap lainnya. Nah, Dian Pelangi mencoba menawarkan konsep itu. Jadi tetap ada tie dye, ada kain batik, kain tenun, tapi warnanya hitam, abu-abu, dan marun. Sementara kalau di Eropa, kita tawarkan baju yang agak winter. Busananya agak tebal, sehingga mereka suka dan akhirnya membeli. Jadi mereka suka. Itulah trik dari Dian Pelangi dalam push and pull market,” tutupnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini