Ini Nih Bubur Ayam yang Lagi Happening di Jakarta

Johan Sompotan, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2013 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2013 03 27 302 782217 5A980zdGKt.jpg Bubur ayam Landmark, untuk mencicipinya butuh kesabaran tinggi (Foto:Johan Sompotan)

BUBUR ayam, menu nikmat untuk disantap kala saparan. Di kawasan Sudirman, Jakarta, ada Bubur Ayam Landmark yang kini sedang jadi topik pembicaraan banyak orang alias happening lantaran lezat dan porsinya banyak.

 

Tak sulit bila Anda ingin mencari gerobak Bubur Ayam Landmark, letaknya persis di depan Gedung Landmark Sudirman. Di gerobaknya pun tertulis sebutan demikian.

 

Bubur Ayam Landmark milik Limi adalah bubur ayam asli Cirebon. Penyajiannya turut dilengkapi sate usus, sate ati, serta sate ampela. Sebenarnya, bubur ayam ini sudah ada sejak 1987, tapi masih dijual secara keliling. Ketenarannya semakin terdengar setelah Limi menemukan tempat mangkal di depan Gedung Landmark pada tahun 1990an, dan makin laris beberapa waktu belakangan ini.

 

"Dulu, untuk mendapatkan tempat mangkal susah banget, enggak kayak sekarang. Di balik semuanya, ya kayak gini (laris-red). Butuh kesabaran untuk bisa merasakan bubur ayam buatan saya, paling sedikit dua jam antrenya," kata Limi kepada Okezone.

 

Apa yang diutarakan pria 47 tahun itu benar apa adanya. Bubur Ayam Landmark, yang buka mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB, sudah diserbu para penikmatnya sejak pagi. Okezone sampai perlu dua kali datang lantaran kehabisan di hari pertama. Dan ketika datang di hari kedua, Okezone harus antre tiga jam, padahal sudah datang sejak pukul 07.00 WIB. Butuh kesabaran luar biasa!

 

Sekilas, penampilan Bubur Ayam Landmark mirip bubur ayam pada umumnya. Namun, tentu tidak akan menjadi pembicaraan bila biasa saja. Ternyata, perbedaannya terletak pada porsi dan rasanya.

 

"Bubur ayam yang kita buat beda sekali dengan bubur ayam lainnya, kualitasnya bisa diadu. Porsinya banyak, soal kebersihan juga sangat saya jaga," tambah Limi.

 

Kenikmatan Bubur Ayam Landmark diakui oleh para penikmatnya, salah satunya Ani (28). Dia sudah berlangganan sejak tiga tahun lalu, seraya menyebutkan bahwa Bubur Ayam Landmark memiliki aroma dan rasa berbeda.

 

"Aroma buburnya wangi sekali, padahal enggak pakai kaldu. Porsinya juga banyak banget. Untuk porsi segini, harganya sih murah sekali," tutur warga Tangerang ini.

 

Saking porsinya banyak, Limi harus menyajikan bubur ayam dengan mangkuk lalu diberi kertas nasi yang dibentuk menjulang. Tak tanggung-tanggung dia mengambil pelengkap bubur ayam, seperti suwiran ayam, kacang, dan sebagainya.

 

Hal sama diutarakan Agus, pegawai swasta, yang mengaku makan Bubur Ayam Landmark sebelum ke kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Buatnya, bubur ayam ini memiliki penyajian yang cukup unik, dengan turut menjaga kebersihan meski di kaki lima.

 

"Bubur Ayam Landmark ini bersih sekali meskipun hanya warung kaki lima. Porsi banyak, harganya murah, makanan kayak gini yang disukai masyarakat Jakarta," ujarnya.

 

Untuk bisa merasakan bubur ayam Landmark, Anda wajib datang pagi supaya kebagian dan tidak perlu antre lama. Satu porsi Bubur Ayam Landmark dihargai Rp8.000, dan kalau ingin memesan setengah porsi harganya Rp6 ribu. Sementara, satenya dihargai Rp2.000 per tusuk (sate ati dan sate ampela), dan sate usus Rp1.000 per tusuk.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini