nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mencicipi Gulai Hiu di Bendungan Hilir

Johan Sompotan, Jurnalis · Rabu 10 April 2013 06:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 04 09 488 788948 gOR6Fp4sxX.jpg Gulai hiu, bisa dijumpai di rumah makan Seulawah Aceh di bilangan Benhil, Jakarta Pusat (Foto:Johan Sompotan)

GULAI hiu, mendengar namanya saja Anda mungkin sudah bergidik. Ini dia makanan khas Aceh yang patut Anda jajal dan siap menggugah nafsu makan.

 

Gulai hiu menggunakan bukan sembarang ikan hiu. Bahan utama menu ini adalah hiu cucut. Anda bisa mencicipi gulai hiu di Rumah Makan Seulawah Aceh di depan Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

 

Menurut Heru Setianto, pemilik RM Seulawah Aceh, trik mendapatkan kenikmatan gulai hiu adalah menghilangkan aroma amoniak dari mamalia tersebut.

 

"Sebenarnya, daging hiu yang enak itu yang berbentuk palu atau martil di bagian mulutnya, tapi hiu itu susah didapatkan, makanya kita gunakan hiu cucut," katanya kepada Okezone, baru-baru ini.

 

Heru mengaku mendapatkan hiu dari pemasok langganannya. Selanjutnya, hiu dipotong dalam bentuk dadu.

 

"Kalau potongan dagingnya terlalu besar, maka proses penghilangan bau amoniaknya susah dihilangkan, lebih baik dipotong kecil saja," tambahnya.

 

Membuat gulai hiu perlu pengolahan khusus. Caranya, hiu dibersihkan dengan garam dan jeruk nipis, layaknya membersihkan ikan pada umumnya. Diamkan selama 30 menit.

 

Kemudian, panaskan wajan atau teflon untuk menggoreng hiu. Goreng hingga matang, lalu angkat dan tiriskan. Setelah itu, Anda buat gulainya. Gunakan wajan baru, karena bila memakai wajan bekas menggoreng hiu, bau amoniak hiu akan menempel pada bumbu gulai.

 

Panaskan minyak goreng lalu tumis bumbu kari, cabai halus sesuai selera pedas anda, kayu manis, dan serai. Tumis hingga harum. "Pemakaian kayu manis serta serai, agar saat hiu dimasukkan, bau amoniaknya akan hilang, juga berkat bumbu rempah yang banyak," bebernya.

 

Selanjutnya, masukkan sedikit demi sedikit santan dari kelapa parut segar. Masak hingga mendidih, tambahkan kecombrang, aduk sebentar lalu kecilkan api. Terakhir masukkan hiu, masak sebentar lalu angkat.

 

"Untuk pemakaian santannya disesuaikan saja, kalau kuahnya sudah mengental itu tandanya sudah matang," tutupnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini