Finlandia, Negara Terbaik bagi Seorang Ibu

Restika Ayu Prasasty, Jurnalis · Selasa 07 Mei 2013 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 07 196 803563 RUzuKNVHWw.jpg Bahagia dengan buah hati (Foto: Google)

MENURUT penelitian yang dilakukan oleh organisasi Save the Children dari State of the World’s Mother, Finlandia menjadi negara terbaik bagi seorang ibu tahun ini. Disusul oleh Swedia, Norwegia, Islandia, Belanda, Denmark, Spanyol, Belgia, Jerman, dan Australia di urutan 10 besar.
 

Penilaian akan negara terbaik untuk menjadi ibu ini berdasarkan lima indikator kesejahteraan ibu, yaitu kesehatan ibu, kematian balita dan tingkat pendidikan, pendapatan, serta status politik wanita di 176 negara.

 

Para peneliti mengatakan bahwa pendidikan merupakan faktor penting karena anak perempuan berpendidikan lebih mungkin bertahan hidup dan sehat daripada yang tidak, seperti dilansir Dailymail.

 

Sedangkan status politik diukur dengan mencatat jumlah wanita dalam pemerintahan nasional di setiap negara. Ini adalah faktor penting karena ketika perempuan memiliki suara dalam politik, isu-isu penting soal ibu dan anak-anak lebih cenderung dimunculkan ke permukaan dalam agenda nasional.

 

Dan pendapatan diukur sebagai pendapatan nasional bruto per kapita dan menunjukkan berapa banyak sumber daya yang bisa diakses oleh para ibu.

 

Negara-negara di Afrika sub-Sahara menempati urutan paling belakang dalam indeks ini dengan Republik Demokratik Kongo menjadi negara terberat di dunia untuk menjadi seorang ibu. Sekira 10-20% ibu di negara-negara tersebut bertubuh kurus karena gizi buruk atau kehamilan di bawah umur.

 

Di kawasan Asia, Singapura menjadi negara paling baik untuk menjadi ibu. Dari 176 negara, negeri Singa menduduki peringkat ke-15. Sedangkan Indonesia ada di peringkat 106, di bawah Malaysia (70), Thailand (80), Iran (85), Vietnam (86), dan Sri Lanka (89), seperti disitat dari Save the Children.

 

Justin Forsyth, CEO Save the Children mengatakan, "Secara keseluruhan dunia telah membuat kemajuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam mengurangi kematian anak dan ibu. Tapi ada dua tantangan besar, yaitu kematian bayi yang baru lahir dan kekurangan gizi.”

 

Menurut organisasi amal tersebut, satu juta bayi meninggal setiap tahun di hari mereka dilahirkan (dua bayi setiap menit). Hari pertama kelahiran bayi pun menjadi hari paling berisiko dari kehidupan seseorang.

 

Seorang bayi di negara berkembang tujuh kali lebih mungkin meninggal di hari pertamanya lahir daripada bayi-bayi negara industri.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini