Share

Kala Barbie Tampil Lebih Indonesia

Ainun Fika Muftiarini, Okezone · Minggu 26 Mei 2013 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 26 467 812883 3P0EPtAvNb.jpg Didiet Maulana desain baju Barbie (Foto: Heru/Okezone)

SIAPA tak mengenal boneka Barbie. Selain cantik, boneka favorit anak gadis itu memang selalu menarik dengan berbagai busana yang dikenakannya.
 

Di hari terakhir Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2013, rupanya akan ditutup dengan peragaan busana untuk Barbie. Meski begitu, mereka akan tampil dengan busana khas Indonesia.

Dibalut tema Barbie Love Indonesia, desainer Didiet Maulana berkesempatan untuk menghadirkan kreasinya di acara tersebut.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

 

"Saya memang akan membuat 12 karya busana mini untuk Barbie. Semuanya dengan tenun ikat,"ujar Didit Maulana saat ditemui Okezone di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, belum lama ini.

 

Lebih lanjut, pemilik label Ikat Indonesia ini akan menerjemahkan tenun yang digunakan dalam beberapa busana.

 

"Ada gaun cocktail. Saya pikir tampilan Barbie nantinya bisa menggambarkan dia sedang berada di Bali, Lombok, atau beberapa daerah lain," imbuhnya.

 

Akan tetapi, Didit mengaku kalau membuat pakaian untuk Barbie juga tidak mudah. Terlebih pakaian tersebut tentunya memiliki detail yang lebih rumit.

 

Tak ayal jika dalam pengerjaannya, dibutuh kejelian dan telaten untuk menghasilkan pakaian yang menarik.

 

"Kesulitannya ini pertama kali saya membuat mini, dari segi teknik dan bahan sangat memiliki tantangan, misalnya  ketika biasanya jahit pakai mesin, ini jahit pakai tangan karena kecil sekali," terangnya.

 

Sementara untuk waktu pengerjaan, desainer ramah tersebut mengaku cukup singkat dalam menyiapkannya. Kendati begitu, Didit tetap merasa puas bisa bekerja sama dengan Barbie yang memang baru pertama kali mengajak desainer lokal untuk berpartisipasi.

 

"Waktunya satu setengah bulan. Ini pertama kali mereka ajak desainer lokal, karena biasanya mereka hanya bekerja sama dengan desainer luar, seperti Karl Lagerfeld, Christian Loubutin dan brand international lain. Banggalah bisa bekerja sama dengan mereka," tutupnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini