Keunikan Indonesia Tak Tersaingi

Gita Ramadian, Jurnalis · Minggu 02 Juni 2013 22:04 WIB
https: img.okezone.com content 2013 06 01 29 816153 02tBzvlDfA.jpg Ali Charisma (Foto: Dok.Okezone)

INDONESIA memang kaya akan berbagai kebudayaan yang beraneka ragam. Namun demikian, perlu penyesuaian jika ingin memasarkan produk bercita rasa Indonesia ke luar negeri.

Geliat industri fashion Tanah Air pun kini mulai terasa. Menjamurnya fashion week seakan menandai era baru dunia mode Indonesia.

"Indonesia tak perlu berkompetisi dengan Milan, Paris, atau London. Kita punya keunikan yang tidak dimiliki negara lain," tutur Ali Charisma dalam seminar bertajuk How to Blending Culture Into Fashion, yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (1/6/2013).

Bila ingin karyanya dapat merambah pasar luar negeri, maka perlu dilakukan penyesuaian di berbagai hal. "Kita perlu melakukan riset terlebih dahulu seperti apa budaya dan tradisi negara yang dituju. Tujuannya agar produk kita dapat diterima dengan baik," ujar desainer yang telah belasan tahun mengekspor koleksinya ke berbagai negara ini.

Ali tak menampik, budaya yang dimiliki Indonesia memang begitu kaya dan bernilai. Namun demikian, secara bisnis, tetap perlu penyesuaian agar lebih diterima.

"Fashion itu punya dua aspek, bisnis dan kreatif. Untuk batik, misalnya, jika belum bisa diterima materialnya mungkin bisa dimulai dengan motifnya terlebih dahulu. Sehingga minimal orang kenal dengan batik," urainya.

Dengan mengenal negara tujuan, pelaku industri fashion juga bisa menentukan koleksi apa yang cocok untuk dipasarkan. "Kalau ingin koleksinya laku, ibaratnya mereka adalah raja dan kita yang harus melayaninya. Tapi bukan berarti harus kehilangan jati diri, hanya perlu penyesuaian," tutupnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini